oleh

Tiga Formasi CPNS Sepi Peminat di Muratara

-Sumsel-214 views

MURATARA – Dari 170 formasi CPNS di wilayah Kabupaten Muratara, tiga formasi bidang kesehatan masih kosong belum terisi. Pemerintah Daerah mengklaim, formasi itu memang sulit di dapatkan karena berhubungan dengan spesialisasi.

Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber daya Manusia , Ralin Jufri di dampingi Kabid Diklat Dedi saat dibincangi, Rabu (27/11) ‎menuturkan. 27 November hingga pukul 00.00 WIB merupakan penutupan pendaftaran CPNS.

Untuk hasil sementara sekitar 3800 pelamar yang terdata melalui Web SCCN dan sudah diverifikasi. Dari 170 formasi yang di buka di Muratara, ada 3 formasi yang kosong dan belum memiliki peminat. Diantaranya Dokter spesialis bedah, dokter spesialis anak dan dokter umum.

“Tapi kita belum bisa simpulkan apakah itu benar benar tidak ada peminat atau bagaimana, karena saat ini waktunya masih di buka pendaftaran sampai pukul 00.00 nanti. Tapi untuk jumlah peserta yang terverifikasi sekitar 3800 pelamar, jumlah itu kemungkinan akan bertambah meski waktunya sebentar lagi tutup,” bebernya.

Pihaknya mengungkapkan, untuk peserta yang tidak lulus verifikasi memang ada, namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Pasalnya, Penerimaan CPNS kali ini memperlakukan sistem digital dengan persyaratan yang tidak terlalu banyak.

“Kita lihat ijazah, dan sertifikasi kompetensi saja, sesuai dengan jurusan di lamar atau tidak. Selebihnya itu persyaratan yang umum,” timpalnya. Dedi mengungkapkan, untuk pengumuman hasil verifikasi administrasi, para peserta di sarankan mengecek secara langsung email atau akun mereka masing masing.

“Selanjutnya kami akan menunggu Juknis untuk pelaksanaan tes seleksi berikutnya. Untuk saat ini kita sedang bersiap-siap dulu,” timpalnya. Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kepegawaian BKP-SDM, Muratara , Ahmad Rifai menuturkan. Untuk pelaksanaan tes tetap menggunakan sistem cat. Untuk penjadwalan pihaknya masih menunggu informasi dari Kemenpan RB yang di prediksi dilakukan di 2020 mendatang.

“Untuk lokasi pelaksanaan kemungkinan besar dilakukan di wilayah Muratara. Kita siap melaksanakannya dan tengah melakukan persiapan baik sarana dan peralatan,” bebernya. Dia mengungkapkan, pelaksanaan tes itu memang disarankan oleh pemerintah pusat di daerah masing-masing, sehingga para pelamar mudah menjangkau dan tidak perlu jauh-jauh lagi ke daerah lain.

“Tahun sebelumnya kita pelaksanaan tes seleksi di gabung di wilayah Kota Lubuklinggau. Tapi tahun ini kemungkinan di Muratara, kalau kita bisa kenapa mesti jauh-jauh ke tempat lain, informasi itu saya rasa akurat dan Pemerintah kita juga sudah siap, untuk peralatan kita bisa pinjam dulu ke sejumlah instansi,” tututpnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya