oleh

Tiga Hari Terendam Banjir, Warga Ngeluh Minim Perhatian

MURATARA-Ketinggian banjir di Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara dalam dua hari terakhir semakin meningkat. Sejumlah warga mengeluhkan minimnya sentuhan dari Pemerintah Daerah. Bahkan sampai saat ini belum ada posko tanggap darurat yang didirikan untuk membantu masyarakat.

Yani, warga Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir mengatakan.  Selasa (19/2) sekitar pukul 08.00 WIB, ketinggian air yang merendam permukiman warga di Desa mereka semakin meningkat. Selain menggenangi permukiman warga, banjir juga memutuskan akses jalan poros antar kecamatan.

“Sekarang banjir semakin dalam. Sudah tiga hari warga kami kebanjiran. Ketinggian air sekarang rata-rata satu meter lebih. Kami minta Pemerintah bisa turun tangan. Banyak warga kami tidak bisa beraktivitas di luar rumah,” katanya.

Dia mengaku, sampai saat ini belum ada posko darurat yang didirikan oleh pemerintah. Baik posko kesehatan, tanggap darurat, maupun Posko sosial. Warga mengaku, merasa diabaikan. Padahal wilayah mereka sudah tiga hari terakhir terendam banjir.

“Kalau sudah satu kampung mati, pemerintah baru turun itu tidak etis lagi. Mestinya waktu warga terkena bencana, pemerintah harus memberikan perhatian. Harus ada posko tanggap darurat, kesehatan dan lainnya. Supaya warga di sini ada perhatian,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Mura AKBP Suhendro melalui Kapolsek Rawas Ilir Iptu Aprinaldi membenarkan. Jika kondisi banjir di wilayah Madi Angin, sudah cukup dalam. Dan menyulitkan warga untuk melintas karena menggenangi akses jalan utama masyarakat. Pihaknya berharap, masyarakat agar tetap waspada mengenai kondisi itu. Karena tidak menutup kemungkinan banjir bisa bertambah seiring meningkatnya intensitas curah hujan.

“Kita minta warga tetap waspada, memang banjir sudah cukup dalam. Waktu kami lewat ketinggian air sudah sampai menutupi lampu mobil,” bebernya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya