oleh

Tiga Kabupaten Tatap Muka, Efektif Bisa Ketemu Guru dan Teman

SUMEKS.CO- BANGKO – Proses belajar mengajar tatap muka di 341 SMA dan SLB, sudah resmi dimulai di tiga kabupaten, sejak pekan lalu. Tiga daerah ini adalah Merangin, Sarolangun dan Bungo.

Launching belajar tatap muka tersebut, dilakukan Plh Gubernur Jambi Sudirman. “Alhamdulillah SMA Negeri 12 Merangin di kawasan eks transmigrasi Desa Pinang, Merah Kecamatan Pamenang Barat, dipercaya sebagai tempat launching sekolah secara tatap muka untuk tiga kabupaten,” kata, Wabup Merangin Mashuri, yang ikut mendampingi Sudirman.

Kata dia, di Kabupaten Merangin sendiri sejumlah sekolah sudah siap melakukan proses belajar tatap muka. Bahkan, SD-SMP sederajat sudah melakukan belajar tatap muka sejak tiga bulan lalu. “Sejauh ini tidak ada kendala,” singkatnya.

Sementara itu Sudirman meminta, agar jumlah sekolah yang bisa melaksanakan belajar tatap muka bisa bertambah. Bisa saja dalam perjalanannya nanti, ada sekolah yang ditutup sementara tiga hari, karena siswanya positif Covid-19.

“Kita berharap sekolah yang sudah dibuka ini, jangan sampai jadi klaster Covid-19. Untuk itu para guru, anak didik, para wali murid harus bersama-sama mohon menjaganya dengan mematuhi protokol kesehatan,” pintanya.

Kepala sekolah lanjut Sudirman, punya tanggungjawab dalam pelaksanaan belajar tatap muka tersebut. Nanti kepala sekolah bisa melapor ke Kadis Pendidikan Merangin, lalu Kadis melaporkan ke Plh Gubernur Jambi.

Pelaksanaan proses belajar mengajar secara tatap muka itu terang Sudirman, akan dievaluasi setiap dua bulan sekali, apakah ada sekolah yang dilanjutkan proses belajar mengajar secara tatap mukanya atau distop.

Dia juga minta sekolah-sekolah yang telah melaksanakan belajar tatap muka, menyediakan sarana mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan terpenting lagi ruang fasilitas kesehatan.

“Saya melihat di SMA Negeri 12 Merangin ini, sudah ada klinik kesehatannya dan ini sangat bangus sekali. Begitu juga dengan tempat mencuci tangan dengan sabun yang tersedia di depan setiap kelas,” kata dia.

Sementara itu, salah satu siswa SMA 12 Merangin saat diwawancarai, mengaku senang bisa belajar tatap muka. ” Kami bisa bertemu sama teman sekelas lagi dan juga guru kami. Belajar daring itu hasilnya juga dak optimal. Kalau di sekolah kami bisa melihat guru langsung menerangkan mata pelajaran,” kata dia. (min/jambiindependent)

Komentar

Berita Lainnya