oleh

Tiga Kelurahan Pemukiman Kumuh

Lahat – Dari catatan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Kabupaten Lahat masih memiliki kawasan pemukiman kumuh. Terlebih, kawasan kumuh tersebut berada ditengah kota Lahat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Lahat, Limra Naupan ST, melalui Kabid Kawasan Permukiman Dan Penyehatan Lingkungan, Leni Marlena ST mengungkapkan, dua kawasan pemukiman kumuh yang telah masuk dalam surat keputusan kabupaten, yakni, Kelurahan Kota Jaya dan Kelurahan Pasar Bawah, Kota Lahat.

” Sedangkan Kelurahan Talang Jawa bisa dikatakan kumuh. Tapi tidak masuk dalam surat keterangan kabupaten, karena di atas lahan milik PT KAI, tidak bisa dibangun sebab terkendala dipencatatan aset,” jelasnya.

Indikator yang menjadi kawasan pemukiman kumuh ada tujuh, seperti kondisi bangunan, jalan lingkungan, drainase lingkungan, air limbah, air bersih atau air minum, pengelolaan persampahan dan proyeksi kebakaran. Untuk program mengatasi hal tersebut ditahun 2020 adalah
Program Sanimas dan DAK perumahan.

“Salah satu program kita untuk mengatasi itu yakni septic tank komunal melalui DAk,” ungkapnya. Sedangkan, kesulitan di lapangan, kesadaran masyarakat dan tanah sudah sedikit. Sehingga untuk membangun septic tank tidak ada lahan lagi.

Mengharapkan masyarakat bisa menghibahkan tanah untuk membangun septi tank komunal. Karena, masih ada rumah yang tidak menggunakan septic tank atau langsung dialirkan ke SPAL atau drainase. “Tentu saja itu menimbulkan pencemaran lingkungan, tinja kan banyak ekolinya, yang bisa menyebabkan pecemaran air yang mengancam kualitas air minum. Bahkan, kalau sudah tercemar lingkungan kumuh banyak menimbulkan penyakit,” pungkasnya.(rif)

Komentar

Berita Lainnya