oleh

Tiga Kurir Sabu ini Divonis 8 Tahun

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Tiga terdakwa kurir narkotika dengan barang bukti sabu seberat 187 gram bernama Alpin Rinaldi alias Blek serta dua kakak beradik bernama Aripin dan Afrizal bin Marsan oleh majelis hakim PN Palembang diganjar hukuman penjara masing-masing selama 8 tahun penjara.

Adapun petikan amar putusan dalam persidangan yang digelar Rabu (24/2) yang dibacakan oleh hakim ketua Abu Hanifah SH MH bahwa sependapat dengan penuntut umum bahwa ketiganya terbukti melanggar pasal sebagaimana dakwaan kesatu Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan barang bukti narkotika beratnya melebih 5 gram.

“Mengadili dan menjatuhkan pidana penjara terhadap para terdakwa masing-masing selama 8 tahun, pidana denda sebesar Rp 1 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan,” tegas Abu.

Vonis yang dijatuhkan terhadap para terdakwa yang dihadirkan dalam layar virtual lebih rendah dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Imam Murtadlo melalui JPU Rini yang menuntut agar terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 10 tahun.

Atas telah dibacakan vonis hukuman oleh majelis hakim tersebut, masing-masing terdakwa dan JPU menyatakan terima terhadap putusan itu.

Dijelaskan didalam dakwaan JPU, para terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian pada bulan Desember 2020 silam, berkat adanya informasi dari masyarakat bahwa ketiganya sering melakukan transaksi narkotika.

Atas informasi tersebut, petugas kepolisian dari Direktorat Narkotika Polda Sumsel melakukan penyamaran (Undercover Buy) dengan berpura-pura menjadi pembeli dan memesan 2 paket besar narkotika tersebut seharga Rp160 juta.

Saat telah disepakati tempat dan waktu transaksi, ketiganya berikut barang bukti langsung diamankan oleh petugas yang telah menunggu dipinggir jalan Kapten Abdullah, Kecamata Plaju, Palembang tepatnya di depan Lr Mari. Selanjutnya para terdakwa dibawa ke kantor Direktorat Narkotika Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya