oleh

Tiga Pasien PDP Diisolasi  di RSUD Muaradua

MUARADUA- Meski belum ditemukan warga berstatus positif terjangkit corona virus desiase (Covid-19), namun bukan berarti OKU Selatan bebas dari ancaman virus yang sangat berbahaya ini.  Terbukti saat ini ada banyak warga atau orang dalam pemantauan (ODP) bahkan ada tiga pasien saat ini di rawat diruang isolasi di Rumah Rumah Sakit Umum Daerah Muaradua dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Direktur RSUD Muaradua dr Erik mengunkapkan hingga Rabu (25/3) Rumah sakit Umum Daerah Muaradua menjaring 6 orang atau warga dengan pemantauan dan 3 Pasien Dengan Pengawasan (PDP).  Namun untuk membuktikan apakah ketiga pasien yang saat ini ditempatkan di ruang isolasi RSUD Muaradua itu memerlukan mekanisme lebih lanjut.

“Untuk membuktikan apakah positif korona atau bukan kita menunggu mekanisme lebih lanjut,”kata Erik.

Diterangkan Erik, ketiga pasien yang saat ini diisolasi di ruang perawatan khusus RSUD Muaradua itu satu diantaranya warga OKU Selatan dan dua merupakan warga pendatang dari luar daerah. “Ketiganya memang saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD, satu penduduk asli, dua merupakan pendatang,”terang Erik.

Sementara menurut wakil Bupati OKU Selatan Sholihien Abuasir SP MSi yang dibincangi dirumah dinas kemarin (25/3) menerangkan jika warga atau orang yang ODP dan PDP itu menurut Wakil Bupati OKU Selatan Ialah warga yang memilii riwayat perjalanan dari luar daerah. Dimana, daerah yang pernah dijumpai warga ODP itu memiliki riwayat pasien yang dinyatakan positif.

“Kalau yang orang dalam pemantauan itu banyak, termasuk pejabat pejabat yang belum lama ini baru pulang dari Jakarta bahkan saya, juga anggota DPRD sehabis kunjungan kerja,”kata Wakil Bupati

Dikatakannya, tim gugus tugas yang dibentuk pemerintah Kabupaten OKU Selatan terus melakukan upaya pemantauan terhadap warga terutama yang dari luar daerah. Ada tiga pokso pemantauan pertama di terminal Muaradua, dan di dua titik pintu masuk perbatasan OKU Selatan yakni Simpang dan Warkuk Ranau Selatan.

“Setiap warga kita pantau dan cek, kita juga menghimbau untuk yang baru tiba dan memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah agar sementara melakukan isolasi mandiri sampai masa inkubasi berakhir 14 hari untuk menentukan apakah memiliki gejala atau tidak,”terangnya.

Pemerintah Kabupaten OKU Selatan juga lanjutnya terus menghimbau warga agar selalu berprilaku hidup bersih dan sehat, hindari keramaian, kurangi aktifitas diluar rumah dan selalu menggunakan masker, mencucui tangan dan membersihkan lingkungan serta menjaga kesehatan tubuh.

“Ini salah satu upaya kita untuk mencegah meluasnya penyebaran covid-19, kami berharap masyarakat OKUS elatan juga benar benar mengikuti himbauan ini karena korna ini benar-benar membahayakan,”tandasnya.

Sementara beredar data lampiran riwayat perjalanan seluruh anggota DPRD OKU Selatan dan staf yang berjumlah 66 orang belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Celegon dan Lampung Tengah, menarik perhatian ditengah mewabahnya virus korona. Menurut banyak warga, sebaiknya pejabat termasuk seluruh anggota DPRD sementara menghentikan kunjungan kerja keluar daerah sampai situasi benar-benar membaik.

“Ada baiknya pejabat, dewan juga tidak usah dulu keluar daerah kita sama-sama mencegah agar virus ini tidak masuk ke OKU Selatan,”kata salah satu warga OKU Selatan Sudirman.

Sayangnya terkait riwayat perjalanan dinas dilingkungan secretariat DPRD OKUS elatan yang beredar di medsos itu, sekretaris DPRD OKU Selatan Ismail SE yang dihubungi via whatsapp belum ada jawaban ketika Koran ini mencoba meminta penjelasan terkait perjalanan dinas seluruh anggota DPRD ke Lampung dan Celegon itu. (dwa)

 

Komentar

Berita Lainnya