oleh

Tiga Pasien Positif Covid-19 Dievakuasi ke RSMH

PRABUMULIH – Pasca beredarnya informasi pasien 09 konfirmasi Covid-19 yang naik ojek menuju rumah orang tua nya dan membuat warga resah serta sempat viral di facebook dan tersebar pesan berantai di whatsap, Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid 19 Prabumulih dan tim PSC serta Dinas Kesehatan, mendatangi kediaman pasien di kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, kota Prabumulih, kemarin (4/4).

 

Kedatangan tim Dinas Kesehatan sekaligus gugus tugas penanggulangan dan penanganan Covid-19 itu, tak lain untuk melakukan proses evakuasi terhadap pasien 09, berikut pasien 10 dan pasien 11 yang masih ada hubungan keluarga. Dengan menggunakan mobil PSC 199 dan pengawalan ketat TNI Polri, ketiga pasien tersebut dibawa ke Palembang untuk dilakukan isolasi di RSMH Palembang.

 

“Iya tadi sudah dijemput menggunakan mobil cepat tanggap PSC 199 sekitar jam sebelasan, ini baru nyampai (13.35 WIB, red),” ujar Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Happy Tedjo.

 

Dijelaskannya, ketiga pasien positif Covid-19 itu dirujuk ke RSMH lantaran banyak masyarakat yang resah karena penderita Covid 19 itu tidak disiplin menjalani isolasi mandiri di rumah. “Masyarakat kan resah, karena ada yang keluar rumah makanya dibawa ke Palembang (RSMH),” ungkapnya.

 

Tedjo berharap, dengan dirawatnya pasien positif Covid-19 itu di RSMH akan mempercepat proses penyembuhan. “Sebenarnya mereka tidak ada keluhan kesehatan, makanya diisolasi di rumah tapi karena ini ada kejadian keluar rumah makanya dibawa ke RSMH,” tuturnya.

 

Dalam kesempatan itu, pihaknya pun terus mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas, istirahat yang teratur, konsumsi makanan sehat serta olahraga yang cukup.

 

Lebih lanjut, Tedjo membenarkan ketiga pasien memang dinyatakan positif covid-19 namun statusnya masih orang tanpa gejala (OTG). Sehingga ketiga pasien tersebut dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di dalam rumah.

 

Meskipun tidak ada gejala sakit layaknya pasien corona pada umumnya, namun bukan berarti orang tersebut tidak bisa menularkan virus. Sebab dalam tubuh mereka sudah ada virus yang bersarang setelah terpapar dari pasien covid-19 yang sudah ada gejala. “Karena para pasien ini sebelumnya telah kontak erat secara langsung dengan pasien covid-19 yang sudah ada gejala. Makanya untuk menghindari penularan dan menjalani masa isolasi mereka minta dilakukan isolasi mandiri di rumah sakit saja,” bebernya.

 

Dievakuasinya penderita covid 19 ke RSMH disambut antusias sejumlah masyarakat Prabumulih. Warga berharap, dengan dirawatnya pasien itu ke RSMH proses penyembuhannya dapat lebih cepat. “Kami rasa itu lebih baik untuk pasien, keluarga dan masyarakat. Dengan dirawat di RSMH tentunya mereka akan mendapatkan perhatian dari ahlinya, dan juga dengan mereka dirawat disana dapat lebih tenang tanpa harus memikirkan masyarakat yang resah dengan penyakit itu,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Diberitakan sebelumnya, warga kota Prabumulih dihebohkan dengan pesan berantai yang tersebar di whatsapp dan di group facebook yang menyebutkan salah-satu pasien konfirmasi Covid-19 di Prabumulih pergi naik ojek ke kawasan Sukajadi.

 

“Info (dari wag IDI Prabumulih, red) : Pasien positif no.9 masih beredar keluar rumah siang ini naik ojek ke Sukajadi ke rumah ortunya. Ybs tidak isolasi di RS, bahkan keluar rumah naik ojek. Agar bapak/ibu agar lebih hati2 terutama yg menggunakan jasa ojek termasuk saat pesan antar makanan. #JustStayAtHome”. Itulah isi pesan berantai tersebut.

 

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Happy Tedjo dibincangi Jumat (3/4) malam mengaku sudah mengetahui hal itu. “Pasien itu mau isolasi mandiri ke Sukajadi ke rumah orang tuanya. Sepertinya secara psikologis dia menginginkan isolasi dan lebih sehat di rumah orang tua nya,” sebutnya.

 

Kendati demikian, Tedjo menyayangkan karena yang bersangkutan pergi ke rumah orang tuanya dengan naik ojek. “Katanya mobilnya sedang tidak ada karena ada di rumahnya di Lingkar.

 

Tapi seharusnya naik mobil saja. Jangan naik ojek, untuk menghindari supaya tidak tertular,” tegasnya. Pihaknya pun mengaku sudah memberitahukan hal itu kepada yang bersangkutan.

 

Ditanya bagaimana dengan pengawasan terhadap warga konfirmasi Covid-19 yang masih bisa keluar rumah? Tedjo menegaskan sebenarnya pihaknya bertanggung jawab soal medis dan kalau untuk keamanan ada pihak lain. “Kalau keamanan seharusnya jangan tanya saya lah. Kami hanya untuk medis nya,” sebutnya.

 

Lalu, Disinggung tiga warga konfirmasi Covid-19 yang sampai saat ini masih diperbolehkan isolasi mandiri di rumah (kediaman masing-masing, red). Tedjo mengaku hal itu karena yang bersangkutan tidak ada gejala berat sehingga diperbolehkan isolasi di rumah. “Kita sudah siapkan rusunawa, tapi itu untuk opsi kalau ada banyak (konfirmasi Covid-19),” tukasnya. (chy)

 

Komentar

Berita Lainnya