oleh

Tiga Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

MUARA ENIM – Kepolisian Polres Muara Enim menetapkan tiga tersangka atas tragedi tewasnya 11 pekerja tambang batubara ilegal yang terjadi di Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim, Rabu (21/10).

Ketiga tersangka tersebut merupakan pekerja tambang yang selamat dari tragedi tersebut yakni Bambang (36), warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Kepoh Baru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Mahmud (26), warga Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan dan Dadang Supriatna (56), warga Desa Pengalengan, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung Selatan.

Penetapan ketiga tersangka disampaikan langsung oleh Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra saat giat press realease di Gedung Polres Muara Enim, Kamis (22/10) pukul 19.00 WIB.

“Modus Ketiga pelaku ini melakukan kegiatan penambangan batubara dilahan yang tidak memiliki IUP atau IPR atau IPK,”kata AKBP Donni.
Donni mengatakan motif tersangka melakukan kegiatan penambangan ilegal untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. “Tersangka menggali dilokasi penambangan dengan mendapatkan upah Rp2.250 pe rkarung,”jelasnya.

Lanjutnya, penetapan ketiga tersangka diawali olah TKP dan Pulbaket oleh anggota Polsek Tanjung Agung dan Satresrim Polres Muara Enim yang di back up Dirkrimsus Polda Sumsel.
Dijelaskannya, pada saat kejadian ketiga tersangka bersama 11 orang lainnya yang jadi korban melakukan kegiatan penambangan tanpa izin di Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim.

Pada saat menggali dan membuat jalan dilokasi, pekerja berada didalam galian untuk mengangkut lumput dan menggali lokasi penambangan dan satu orang pekerja diluar galian. Pada saat 13 pekerja sedang menggali sekitar pukul 13:00 wib siang tiba-tiba tanah ditebing sebelah kanan jalan setinggi 9 meter longsor dan menimpah 11 orang pekerja hingga tewas.

“Akibat dari penambangan tanpa izin mengakibatkan 11 orang meninggal karena tertimbun tanah yang berada diatas pekerja pada saat melakukan kegiatan penambangan,”ungkapnya.
Donni menuturkan ketiga tersangka akan langsung ditahan di Sel Mapolsek Polres Muara Enim . “Adapun ketiganya melanggar pasal 158 UU RI nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU RI tahun 2009 tentang pertambangan batubara JO Pasal 55 KUHP, dengan ancaman 5 tahun danda Rp100 milyar,”jelasnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya