oleh

Tiga Perusahaan ini Kolaborasi di Bulan Ramadan

-Ekbis-336 views

JAKARTA – Ovo, Tokopedia dan Grab mengumumkan kolaborasi gerakan sosial berbasis digital bertajuk Patungan untuk Berbagi. Gerakan ini mengajak seluruh masyarakat untuk berdonasi melalui platform Ovo, Tokopedia, dan Grab saat Ramadan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Indonesia. Dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2017, masih ada 4,4 juta anak Indonesia, termasuk yatim piatu dan kurang mampu, yang belum memiliki jaminan pendidikan.

Donasi nantinya akan disalurkan Rumah Yatim untuk memberikan pendidikan yang lebih layak dan berkesinambungan. Patungan untuk Berbagi akan mempersembahkan beasiswa dan kebutuhan sekolah yang didukung festival yang akan dilakukan di delapan kota, di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Medan, dan Makassar. Pengunjung festival bisa berdonasi dengan memindai QR code yang tersedia di lokasi. OVO, Tokopedia dan Grab akan melipatgandakan setiap donasi yang terkumpul, sampai dengan Rp10 M sebagai penegasan pentingnya pendidikan untuk mereka.

“Kami mengapresiasi dan mendukung jalannya patungan untuk berbagi yang diinisiasi Tokopedia, OVO, dan Grab dalam menyambut Ramadan. Gerakan sosial ini membuktikan ekosistem digital bisa menggerakkan masyarakat untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan dengan lebih mudah. Ekosistem digital ini telah memberi contoh masif dalam implementasi ekonomi berbagi dan bergotong royong. Ini sangat membanggakan karena semangat yang merupakan kearifan lokal tetap dilestarikan oleh bisnis yang ditulang punggungi generasi millenial kita,” ujar Rudiantara, Menkominfo, Jumat (3/5).

Leontinus Alpha Edison, Co-Founder sekaligus Vice Chairman Tokopedia mengajak seluruh masyarakat berbagi kepada sesama secara lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi. Ia menyebut, Feebruari 2018 lalu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkap 143,26 juta jiwa atau setara 54,7 persen penduduk Indonesia telah terjangkau internet. “Kami percaya dengan adanya akses internet yang semakin inklusif, gerakan ini bisa diikuti lebih banyak masyarakat dan pada akhirnya bisa membantu pendidikan anak-anak yang membutuhkan. Kami percaya pendidikan lebih baik akan membantu menciptakan peluang dan membawa kehidupan lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Harianto Gunawan, Direktur Ovo menambahkan, sebagai bagian ekosistem digital terbesar, Ovo senantiasa mengembangkan jumlah use case untuk melingkupi berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Mulai transportasi, e-commerce hingga warung dan pujasera, pihaknya terus mengedukasi masyarakat tentang kelebihan transaksi non tunai, khususnya keamanan serta kemudahan dalam bertransaksi. “Kampanye ini hadir untuk menggugah semangat berbagi melalui donasi berbasis digital. Kami percaya kegiatan ini akan berdampak bagi percepatan dan pemerataan ekonomi digital, sekaligus membangun generasi muda yang cakap, kreatif, inovatif dan tanggap teknologi,” ungkapnya.

Ridzki Kramadibrata, Presdir of Grab Indonesia menambahkan, Ramadan ini pihaknya ingin berkontribusi membantu pengguna Grab menjadi lebih dekat dengan sesama yang membutuhkan termasuk anak yatim piatu. Lili Herliana, Wakil Direktur Utama Rumah Yatim mengajak masyarakat berpartisipasi dalam gerakan ini. “Rantai kemiskinan bisa diputus dengan adanya pendidikan yang lebih baik. Apalagi saat Ramadan, pahala dilipatgandakan sebanyak 70 kali,” imbuhnya.(rei)

Komentar

Berita Lainnya