oleh

Tiga Sekolah Jadi Tempat Mengajar

PALI – Menjadi seorang guru, memang harus banyak-banyak bersabar dalam mencerdaskan anak bangsa. Seperti halnya, Extra Diono, seorang guru olahraga asal Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang harus mengajar di tiga sekolah.

Sebagai guru honorer yang telah berkeluarga, dirinya harus menyambanggi tiga sekola di wilayah Kecamatan Abab untuk melakukan kegiatan mengajar secara bergiliran dari ketiga sekolah-sekolah, mulai SMAN 1 Abab, SMPN 1 Abab, dan SMPN 4 Abab.

Dikatakan alumni Universitas PGRI ini, bahwa banyaknya sekolah yang menjadi tempatnya mengajar ini, tak serta merta dirinya mendapatkan honor yang banyak. Namun, dirinya akan mensyukuri apapun hasilnya dan memilih kerja ikhlas.

“Sebulanya, saya di SMAN 1 Abab saya mengajar 15 jam dengan honor Rp375 ribu. Lalu di SMPN 1 Abab enam jam lamanya dengan honor Rp90 ribu dan di SMPN 4 Abab enam jam dengan honor Rp120 ribu,” kata pria 31 tahun ini, Minggu (24/11).

Dikatakanya, dari pemerintah daerah dirinya juga mendapatkan uang transport setiap bulanya. Namun, untuk tahun ini baru bulan Januari hingga April yang telah cair sedangkan, selanjutnya masih proses pencairan.

“Kalau dari pemerintah daerah saya nilai sangat peduli, karena kami mendapat intensif dan transport dengan total Rp800 ribu perbulan. Dan saya rasa ini cukup besar dan sangat bermamfaat bagi guru honorer seperti kami ini,” ungkapnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI Kamriadi Spd MSI mengatakan, jika saat ini memang semua sekolah mengalami kekurangan tenaga guru PNS, untuk itu demi memenuhi kebutuhan mengajar maka dibantu tenaga honorer.

“Kalau kebutuhan tenaga guru PNS kita sangat kekurangan. Saat ini, untuk sekolah-sekolah yang kekurangan guru mata pelajaranya, maka diperbantu dengan tenaga guru honorer. Memang untuk uang insentif saat ini lagi proses pencairan,” jelasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya