oleh

Tim Gabungan Menyisir Kawasan Hutan di Banyuasin dari Perangkap Harimau

-Sumsel-1 views
Banyuasin – Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional 2019 dan Global Tiger Day 2019, Forum Harimau Kita (FHK), Tiger Heart Jambi, Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), beserta Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui mitra pemasoknya, PT Tripupa Jaya, mengawali rangkaian Operasi Sisir Jerat pada 15-19 Juli lalu di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.
Harimau Sumatra telah terdaftar dalam IUCN sebagai spesies sangat terancam punah (critically endangered) sejak tahun 1996. Menurut data Sumatra Wide Tiger Survey (SWTS), saat ini populasinya hanya berkisar kurang-lebih 600 ekor yang tersebar di 23 lanskap di seluruh wilayah Sumatra. Perburuan liar dan perdagangan ilegal menjadi sejumlah penyebab hal tersebut. Tak jarang pula, populasi harimau liar terpaksa masuk ke wilayah aktivitas manusia dan menimbulkan konflik, yang selanjutnya mendorong pemburu liar ataupun masyarakat untuk memasang jerat harimau di daerah rawan konflik.
“Jerat atau jebakan yang disebar masyarakat tersebut tidak hanya menyakiti satwa kunci yang dilindungi, tetapi juga pasokan rantai makanan yang dibutuhkan satwa kunci untuk bisa tetap bertahan di alam liar,” ujar Perwakilan Forum Harimau Kita (FHK) Nurazman, SH. M.Hum.
“Dalam menghadapinya, kita membutuhkan kolaborasi antara pihak pemerintah, swasta, maupun organisasi kemasyarakatan untuk meningkatkan upaya sosialisasi dan edukasi yang disertai aksi langsung pencegahan konflik,” lanjutnya.
Pada Operasi Sisir Jerat yang pertama ini, tim yang terdiri dari satu perwakilan FHK, dua perwakilan Tiger Heart Jambi, dua perwakilan TNBS, dan lima orang perwakilan PT Tripupa Jaya berpatroli mulai dari PT Tripupa Jaya hingga Kawasan TNBS. Melalui aktivitas patroli yang berlangsung, tim berhasil menemukan pondok-pondok liar dan pencari burung, bekas-bekas beberapa jerat harimau yang sudah tidak aktif berupa lubang jerat. Beberapa jenis satwa yang ditemui selama kegiatan diantaranya beberapa jenis burung dan primata seperti rangkong badak, rangkong papan, siamang dan simpai.
“Selama ini, aktivitas Operasi Sisir Jerat hanya berhasil meliputi wilayah konservasi seperti Taman Nasional dan Hutan Lindung. Padahal, area konsesi milik perusahaan juga merupakan salah satu Kawasan Ekosistem Esensial yang menampung berbagai potensi sumber daya alam,” ujar perwakilan Taman Nasional Berbak dan Sembilang Chairul Anwar, SH.
“Oleh karena itu, kami menyambut baik kolaborasi APP Sinar Mas melalui PT Tripupa Jaya dalam kegiatan kali ini. Semoga ini dapat menjadi menginspirasi lebih banyak kolaborasi multipihak dalam melindungi satwa kunci yang hampir punah,” lanjutnya.
Direktur Sustainability & Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba mengatakan, “APP Sinar Mas bersama seluruh mitra pemasok siap memberikan kontribusi yang optimal guna mewujudkan ko-eksistensi antara masyarakat dan satwa kunci di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kegiatan sisir jerat ini kami harapkan bisa meningkatkan kesadaran karyawan dan masyarakat sekitar area konsesi untuk menjaga keberlangsungan satwa kunci dan mengurangi resiko terjadinya konflik manusia – satwa.”
“Partisipasi perusahaan pada aktivitas mitigasi konflik manusia dengan satwa harimau liar kali ini juga merupakan salah satu bentuk realisasi komitmen perusahaan dalam  upaya perlindungan terhadap kekayaan alam Indonesia dan masyarakat setempat” lanjut Elim.
Kegiatan kali ini mencakup  dua wilayah, yakni area konsesi PT Tripupa Jaya dan Kawasan Resort Benuh Ulu Seksi Konservasi Wilayah III Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang.
Sebagai tindak lanjut temuannya, tim telah melakukan pembongkaran terhadap pondok-pondok liar dan mengamankan seluruh alat jerat yang ditemukan. Tim keamanan dan konservasi PT. Tripupa Jaya juga akan melakukan patroli pengamanan secara berkala sebagai upaya mewujudkan ko-eksistensi antara manusia dan satwa kunci.(ril/qda)

Komentar

Berita Lainnya