oleh

Tim Paslon No 02 Tegaskan Tidak Lakukan Money Politic

# Tuding Balik, Laporkan Dua Temuan

SUMEKS.CO- PALI – Bagiamana reaksi paslon 02 Pilkada Pali, Ir H Heri Amalindo MM-Drs H Soemarjono (HERO) yang dituding melakukan dugaan money politic melalui penyelengara Pemikihan Kepala Daerah (Pilkada) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ? Dengan tegas membantahnya.

Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan Paslon 02 HERO Firdaus Hasbullah SH mengatakan, tuduhan yang dilontarkan paslon 01 DHDS tersebut merupakan fitnah yang tidak mendasar, dan justru paslon 01 DHDS yang melakukan money politic.

“Jadi, bukanya tidak salah mereka menuding kita melakukan money politic. Justru paslon 01 yang telah melakukan money politic dan kita telah melaporkanya ke Banwaslu PALI untuk bisa memprosesnya,” ujarnya saat mengelar jumpa pers, Selasa (8/12).

Dikatakanya, bahwa pihaknya juga telah membuat laporan terkait beredarnya video di media sosial yang berisikan fitnah dan penghasutan bahwa paslon 02 HERO melakukan money politic melalui penyelenggara dimasa tenang ini.

“Temuan ini juga telah kita laporkan ke Banwaslu PALI untuk segera diproses. Jadi ada dua laporan yang kita buat, pertama tentang money politik dan kedua tentang video fitnah dan penghasutan. Dua laporan ini sudah kita lampirkan dengan bukti-buktinya,” terangnya.

Bahkan, sejak awal pihaknya sudah mengatakan kepada para relawan paslon 02 HERO bahwa tidak ada pembagian uang atau money politic. “Boleh ditanya kepada para relawan-relawan kita bahwa tidak ada money politic dilakukan paslon 02 HERO. Karena kita larang, melakukan praktik money politic,” pungkasnya.

Dibertikana sebelumnya, jelang H-1 pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Penuakal Abab Lematang Ilir (PALI) Satgas Anti Politik Uang yang dibentuk pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Devi Harianto SH MH-H Darmadi Suhaimi SH (DHDS) mengendus adanya dugaan penyelengara melakukan money politic (politik uang).

Dalam konferensi perssnya, calon bupati (cabup) Devi Harianto SH MH di dampinghi calon wakil bupati (cawabup) H Darmadi Suhaimi SH mengatakan, bahwa Senin (7/12) sekitar pukul 20.30 WIB, pihaknya menerima laporan adanya indikasi money politic yang dilakukan oleh paslon lain.

“Ada beberapa tempat yang baru kita dapat laporan terindikasi melakukan money politic. Diantaranya, Desa Talang Akar, Talang Subur, Desa Betung yang dilakukan secara terang-terangan dengan nominal mencapai Rp300 ribu perorang,” ujarnya di posko pemenangan DHDS.(ebi)

Komentar

Berita Lainnya