oleh

Tim Penyidik Kejati Sita Ruko Milik Eddy Hermanto

 

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Tiga ruko, milik Eddy Hermanto, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, di sita tim penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel. Bangunan ruko yang tersebut berada di tiga lokasi berbeda.

Penyitaan dilakukan langsung oleh Kasi Penyidik Kejati Sumsel Hendriyanto , Koordinator Intel Kejati Sumsel Roy Riyadi serta Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman, Jumat (16/4). Petugas menempelkan stiker pemberitahuan penyitaan pada bangunan ruko.

Meliputi ruko di Jl MP Mangkunegara, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, tepat depan Kompi Kavaleri 5 Palembang. Ruko tersebut dijadikan tempat usaha laundry. Ruko kedua dan ketiga, bangunan tiga pintu yang terletak di Jl Kebun Sirih Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, dan ruko tiga pintu yang disulap menjadi sebuah perkantoran yang terletak di pinggir Jl Residen A Rozak, tepatnya di depan kantor OJK Sumsel.

“Adapun kegiatan penyitaan beberapa aset bangunan ruko milik salah satu tersangka, merupakaan rangkaian penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel,” kata Kasipenkum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH, diwawancarai usai penyitaan.

Selain itu, Khaidirman mengatakan bahwa penyitaan aset milik tersangka dilakukan sebagai upaya pemuliham kerugian negara yang disebabkan oleh tersangka.  “Apabila tersangka yang berinisial EH ini tidak mampu membayar kerugian negara, maka aset-aset inilah yang akan dijadikan sebagai ganti untuk pemulihannya,” ungkapnya.

Menurut Khaidirman, untuk jumlah nominal dari hasil penyitaan belum mereka hitung. Dan untuk kerugian negara yang sebabkan oleh tersangka masih dalam tahap penghitungan.

Sementara itu, Lurah Bukit Sangkal Yuli Muliani (38) menerangkan bahwa hari ini dia hanya diminta mendapingi tim penyidik melakukan penyitaan sebagai saksi. “Kalau soal kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya tersebut saya tahu, hanya diminta oleh tim penyidik untuk mendampingi penyitaan karena,” singkatnya.

Untuk diketahui, tersangka Eddy Hermanto telah ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga tersangka lainnya oleh Kejati Sumsel pada Maret 2021, terkait mangkraknya pembangunan proyek Masjid Raya Sriwijaya.

Kala itu tersangka Eddy Hermanto menjabat sebagai ketua panitia pembangunan Masjid Raya Sriwijaya. Dimana, alokasi dana pembangunan Masjid Sriwijaya menggunakan dana hibah dari Pemprov Sumsel tahun anggaran 2016 hingga 2017 sebesar Rp.130 miliar.(Fdl)

 

 

Komentar

Berita Lainnya