oleh

Tim Pusat Segel Lahan Konsesi PT DGS yang Terbakar

Banyaknya lahan konsesi perusahaan yang terbakar di Sumsel telah masuk dalam pendataan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK). Kamis (3/10), tim dari pusat mulai action. Menyambangi kabupaten OKI, Satuan Tugas

Penegakan Hukum Kebakaram Hutan dan Lahan (Satgas Gakkum Karhutla) KemenLHK menyegel lahan konsesi PT Dinamika Graha Sarana (DGS). Lokasinya di Desa Penyandingan, Kecamatan Tulung Selapan.

Penyegelan dilakukan sebagai sanksi penegakan hukum bagi perusahaan yang tidak dapat menjaga lahannya dan atau membiarkan lahannya terbakar. “Terlihat kan, area perkebunan dan semak belukar di sini terbakar.

Yang masuk wilayah konsesi PT DGS ini sekitar 750 hektare,” kata Ketua Satgas Gakkum Karhutla KemenLHK, Sugeng Priyanto. Kata pria yang juga Direktur Pengaduan Pengawasan dan Penerapan Sanksi Administrasi KemenLHK itu, penyegelan merupakan salah satu tahapan penegakan hukun oleh pihaknya atas lahan yang terbakar.

Menurut Sugeng, ada tiga instrumen hukum yang digunakan dalam penegakan hukum untuk kasus karhutla. Pertama, pencabutan izin. Kedua, penegakan hukum perdata untuk ganti rugi ekologis.

Ketiga, hukum pidana yang diterapkan terhadap orang yang dianggap paling bertanggung jawab.

“Perusahaan yang memiliki izin konsesi harus bertanggung jawab jika terjadi karhutla di wilayahnya. Tanggung jawabnya baik secara ekologis ataupun hukum,” ucapnya. (uni/jpg)

Komentar

Berita Lainnya