oleh

Tim Srikandi Dominasi Rupit-Lawang Agung

Ustad Innayah : Siapa Bilang Ulama Tidak Boleh Berpolitik

MURATARA – Paslon No1 H Devi Suhartoni-Ustad Innayatullah, kembali lakukan kampanye dialogis di kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Acara yang berlangsung di lapangan Silampari, Selasa (1/12) sekitar pukul 16.30 WIB, di dominasi oleh laskar Srikandi Rupit Lawang Agung

Ketua laskar Srikandi Muratara pengusung Paslon No 1 (H Devi Suhartoni-Ustad Innayatullah), Hj Rita Suryani mengungkapkan. Cuma tiga pesan orasi yang akan dia sampaikan secara langsung ke masyarakat Muratara.

Diantaranya masaah pendidikan, kesehatan dan sosial. “Kita perlu perubahan, jika selama ini masih banyak yang luput dari perhatian baik masalah kesehatan, pendidikan, sosial. Kami siap menjamin pendidikan, kesehatan dan sosial itu,” katanya.

Dia mengatakan, Paslon No1 sudah menyiapkan program sekolah gratis, kesehatan gratis dan bantuan lansia. Pelajar TK, SD, SMP dan lansia diatas 60 tahun akan diberikan bantuan Rp500 ribu/bulan. “Kami berikan harapan baru, perubahan sangat kita tunggu jangan pernah kendor lagi coblos nomor 1,” ungkap Hj Rita Suryani.

Dia mengatakan, jika masyarakat Muratara menginginkan perubahan maka harus ada konsistensi. Jangan mudah digoyahkan dengan iming iming politik. “Jika ada yang beri uang ambil uangnya tapi tetap pilih nomor 1,” tegasnya.

Sementara itu, ustad Innayatullah Calon wakil Bupati Paslon No1 mengatakan, sengaja hari ini mereka mengumpul ibu ibu, supaya bisa mengajak bapak bapak yang masih ragu.

“Alhamdulilah yang datang kesini banyak ibu ibu. Kita disini akan menang 90 persen, apa alasan, saya tidak boleh kalah di Rupit dan lawang agung,” ucap Ustad Innayatullah.

Dia mengatakan, ada tiga calon Bupati, di Muratara, namun hanya H Devi Suhartoni yang sejak awal jadi wakil Bupati tinggal di Rupit. Kedua banyak wakil yang nyalon, “Tembuni aku disini, aku nak bekubur mati di Rupit, ngapo kamu nak pilih wakil yang lain. Aku lahir di Rupit, 70 persen sehari hari aku ado di Rupit bukan ditempat lain,” ucapnya.

Ketiga, mereka bertekat seluruh kekayaan Muratara akan diperuntukan untuk masyarakat Muratara. Dia mengaku tidak boleh ada rakyat Muraratara lapar, rakyat Muratara tidak boleh putus sekolah, rakyat tidak boleh tidak diurus.

“Kita maksimalkan dana di Murataa untuk masyarakat Muratara. Dana muratara, idak boleh dikorupsi, idak boleh untuk perkaya diri, bagaimana caranya. Dengan program tadi, 85 persen warga Muratara dak biso berobat, karena saro, hidup sulit, karet murah, sawit idak bebuah, kalau sakit dak tebayar BPJS jadi harus ado berobat gratis,” tegasnya.

Ustad innayah menegaskan, sapa bilang ulama tidak boleh berpolitik. Jika ada yang bilang begitu, sudah tentunya oknum tersebut menciderai nilai demokrasi yang sudah dibangun oleh para pendiri negara kita. “Politik itu baik, politik itu bagus jika digunakan sesuai dengan tempatnya. Siapa yang membuat politik itu jelek, itu oknumnya yang jelek dan hanya meperkaya diri sendiri dan tidak mau mengurus rakyatnya,” tegasnya.

Dia juga menyapaikan, jika dirinya hanya manuasia biasa hang juga memounyai kesalahan. Jika ada pihak yang mepolitisir ulama tidak boleh salah dalam membawakan ayat al quran, orang tersebut keliru. “Saya ini qori pernah, santri kampung yang pernah menjadi utusan ke Provinsi dan bertanding membacakan Al Quran. Jika ada kesalahan itu artinya tidak disengaja, jadi jangan dipolitisir,” tegasnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya