oleh

Timah Panas Hantam Kaki Kanan

-Video-587 views

PALEMBANG – Dua residivis pelaku Pencuri sepeda motor, hanya bisa merengeh kesakitan setelah di hadiahi timah panas masing-masing di kaki sebelah kanan. Saat inggin  melarikan diri, ketika ingin diamankan petugas reskrim Polsekta Seberang Ulu I.

Ari Putra (25), dan Jodi (20) warga Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Terusan I Tiga Serangkai Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I, diamankan lantaran melakukan aksi pencurian motor (curanmor), Kamis (21/2), sekitar pukul 21.00.

Keduanya ditangkap petugas reskrim Polsek SU I, usai melakukan aksinya, saat keduanya sedang berada dikawasan Panca Usaha, tepatnya di sebuah bengkel motor. Mendapati kedatangan petugas yang mengenakan baju preman, membuat keduanya panik dan berusaha kabur dan melawan.

Berdasarkan keterangan, diamankanya dua pelaku, berawal adanya laporan korban yakni Susilawati (32), warga Jalan Meranti PU I Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati, Palembang, yang melaporkan ke kejadian pencurian motornya ke Polsek SU I. Pada Jumat, 04 Januari 2019 lalu, sekitar pukul 17.00. Dan akibat kejadian ini, korban harus kehilangan motornya Honda Beat 2018 warna biru putih BG 3042 ABV.

” Dari laporan korban, team langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Setelah keduanya berhasil di ketahui keberadaanya, barulah keduanya kita tangkap di kawasan Panca Usaha, saat keduanya sedang berada dibengkel,”ujar Kapolsek SU I, Kompol Mayestika melalui Kanit Res, Iptu Irwan Sidik, Jumat (22/2).

Lanjutnya, saat melakukan aksi, pelaku berjumlah tiga orang. “Satu masih berstatus DPO. mereka melakukan aksi bertiga, tapi nama pelaku sudah kita kantongi dan akan kita kejar terus,”lanjutnya.

Lebih jauh dijelaskan, Pelaku saat ditangkap terpaksa di lumpuhkan karena melawan dan hendak kabur. Selain mengamankan kedua pelaku, juga mengamankan barang bukti, berupa 1 unit motor yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya, 1 buat kunci liter T, dua buah baju dan celana, dibeli hasil uang penjualan motor curian.

“Atas ulahnya kedua pelaku akan diancaman pasal 363 KUHP, dengan ancaman kurungan penjaran 7 tahun,”jelasnya.

Sementara salah satu pelaku, Ari (25) resedivis mengakui perbuatannya, dan mengaku aksi ini bukan yang pertama dilakukan. “Ini bukan yang pertama, jujur pak saya terpaksa melakukan aksi ini, lantaran tak mempunyai pekerjaan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya,”kata bapak satu anak ini, yang baru saja keluar dari penjara.

Saat melakukan aksinya ia betugas sebagai pemetik motor,”saya yang eksekusi memetik motor korban pak. Sedangkan Ari dan teman saya DPO, bertugas menjaga dan memantau lokasi saat kami melakukan aksi tersebut,”ucapnya

Ditempat yang sama, Jodi mengaku sudah dua kali melakukan aksi curanmor ini, ” setiap berhasil kami jual motor itu ke dusun pak. Saya pun sering mendapatkan bagian Rp 400 ribu. Uang sudah habis untuk beli baju dan celana,” tandasnya  (nni)

Komentar

Berita Lainnya