oleh

Timbulkan Polusi , Warga Lakukan Protes

PALEMBANG – Terdampak polusi udara akibat debu dan semen di lingkungan tempat tinggal. Puluhan warga Sungai Pedado RT 20 dan RT 21, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati melakukan protes.

Polusi itu ditimbulkan dari aktivitas PT Panji Maha Karya (PMK), PT Hutama Karya Aston dan PT Musi Indah Sejahtera (MIS).

Koordinator lapangan Indra Lesmana mengatakan. Aksi protes yang dilakukan warga Sungai Pedado tidak lain untuk mengetuk hati pemilik perusahaan agar memperhatikan lingkungan di sekitar. Karena aktivitas produksi dan bongkar muat batu split yang dilakukan PT MIS PT HK Aston dan PT PMK menimbulkan polusi udara yang kotor.

“Dari debu dan semen yang beterbangan  mengganggu kesehatan warga. Selain itu mencemari sungai yang digunakan warga mandi, minum sehari – hari. Debu juga masuk ke rumah sehingga mengotori lantai dan perabot rumah tangga,”katanya.

Selain mencemari lingkungan dengan udara kotor. aktivitas ketiga perusahaan tersebut juga merusak jalan yang dilalui mobil pengangkut material batu split. Serta pihak perusahaan dalam merekrut para pekerjanya tidak libatkan warga sekitar yang notabene membutuhkan pekerjaan.

“Siapa yang bertanggung jawab atas kesehatan warga Sungai Pedado. Dari polusi udara kotor yang ditimbulkan oleh tiga perusahaan yang beroperasi di dekat lingkungan kami. Jangan pihak perusahaan hanya mencari keuntungan saja sementara nasib warga sekitar tidak dipedulikan,”bebernya.

Sementara itu , menanggapi aksi protes warga sungai Pedado. Pihak PT Panji Maha Karya (PMK), PT Hutama Karya Aston dan PT Musi Indah Sejahtera (MIS) menerima perwakilan warga untuk berunding apa yang menjadi tuntutan warga Sungai Pedado.

“Segala tuntutan dan protes warga kami tampung dan akan kami sampaikan kepada pimpinan perusahaan kami masing-masing. Terkait protes polusi udara yang dikeluhkan warga. Kami akan meminimalisirnya dengan menyediakan pompa air, dan menyiram debu dengan air,”kata Norman perwakilan PT MIS.

Dikatakan Norman, sedangkan untuk tuntutan warga yang meminta agar warga sekitar dipekerjakan di PT MIS, pihak PT MIS tidak bisa mengakomodirnya. Lantaran PT MIS hanya sebagai perusahaan penyedia lahan untuk PT PMK dan PT Hutama Karya Aston.

“Jadi PT MIS tidak banyak merekrut tenaga kerja, karena PT MIS hanya menyediakan lahan saja. Untuk permintaan CSR juga akan kami sampaikan kepada pimpinan perusahaan kami,”ujarnya.

Dalam pertemuan warga Sungai Pedado dengan PT Panji Maha Karya (PMK), PT Hutama Karya Aston dan PT Musi Indah Sejahtera (MIS) disepakati pihak perusahaan akan memberikan jawaban selama tujuh hari kedepan.(wly)

Komentar

Berita Lainnya