oleh

Tingkatkan Pelayanan Melalui Penguatan Fungsi Layanan Petugas PIPP Rumah Sakit

Prabumulih – Dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kesehatan terhadap peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih melakukan pertemuan dan sosialisasi secara daring mengenai Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) di rumah sakit (16/10). Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh Petugas Penanganan Pengaduan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau rumah sakit se-wilayah Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten PALI, Kabupaten OKU, Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten OKU Selatan diharapkan dapat memudahkan pertukaran informasi dan melakukan penanganan pengaduan peserta dengan lebih optimal.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih Dessy Maya Malinda mengatakan pertemuan ini sebagai upaya peningkatan fungsi PIPP rumah sakit dan BPJS Kesehatan Siap Membantu (SATU).

“Diharapkan nantinya seluruh petugas PIPP rumah sakit memanfaatkan aplikasi SIPP sebagai sarana pendukung dalam melakukan pencatatan, tindaklanjut dan monitoring pelayanan PIPP di rumah sakit sehingga memiliki alat ukur dalam melakukan perbaikan layanan untuk mencapai kepuasan peserta,” kata Dessy kepada tim jamkesnews.

Disamping itu juga Dessy melanjutkan, petugas PIPP rumah sakit dapat meminimalisir keluhan dari peserta JKN-KIS serta pelayanan peserta JKN-KIS di rumah sakit memenuhi standar pelayanan prima.

Disisi lain, Ulfa Munawaroh salah satu PIPP di Rumah Sakit At Taqwa Gumawang Ogan Komering Ulu Timur mengatakan aplikasi SIPP adalah sistem untuk segala pengaduan informasi atau permasalahan dari peserta BPJS Kesehatan, baik permasalahan peserta ke rumah sakit, maupun permasalahan peserta ke BPJS Kesehatan.

“Aplikasi SIPP ini memiliki beberapa menu, seperti menu FAQ (Frequently Ask Question) tentang Program JKN-KIS. Informasi tersaji lengkap mulai dari iuran peserta, informasi virtual account, hak dan kewajiban peserta hingga informasi mengenai aplikasi Mobile JKN yang bisa diakses melalui smartphone setiap peserta. Salah satu menu yang biasa diakses oleh rumah sakit dan terbukti sangat membantu adalah menu pendaftaran bayi baru lahir,” kata Ulfa.

Ulfa menuturkan, terdapat perbedaan yang positif antara kondisi sebelum dan sesudah menu pendaftaran bayi baru lahir diinput ke aplikasi SIPP ini. Sebelumnya, Ulfa dan tim selalu berulang menginformasikan kepada peserta untuk segera mengurus kepesertaan JKN-KIS bayi mereka. Setelah adanya menu pendaftaran bayi, pihak rumah sakit cukup meminta identitas keluarga seperti kartu keluarga, KTP, kartu JKN-KIS orang tua bersangkutan serta menyiapkan surat keterangan lahir. Dengan berkas tersebut, pendaftaran bayi bisa langsung dilakukan.

“Setelah proses pendaftaran bayi, kami menginformasikan kepada keluarga agar mengunduh aplikasi Mobile JKN untuk mendapatkan kartu bayinya. Selain itu juga kita arahkan peserta untuk update data bayinya mengingat data bayi ini hanya berlaku tiga bulan. Kami arahkan keluarga untuk masukkan nama bayi ke kartu keluarga lalu perbaharui data nama dan NIK bayi di BPJS Kesehatan,” kata Ulfa. (RW/df)

Komentar

Berita Lainnya