oleh

Tinjau Lokasi Calon Ibu Kota, ini Pertimbangan Jokowi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meninjau lagi lokasi yang bakal menjadi ibu kota negara yang baru di provinsi Kakimantan Timur. Jokowi meninjau ini disebut dengan “kawasan segitiga” yang bertempat di antara Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas.

Jokowi menilai Kalteng layak dari sisi luas lahan yang tersedia. “Mau minta 300 ribu hektare ya siap di sini. Kalau kurang masih tambah lagi juga siap,” ujarnya di sela-sela peninjauan, Selasa (7/5).

Memang ada perbedaan dengan calon ibu kota di Kalimantan Timur, yang dikunjungi sebelumnya, yang mana memiliki keunggulan dari sisi kesiapan infrastruktur transportasi. Lokadi yang berada di kawasan segitiga itu memiliki keunggulan dari sisi kebencanaan dan juga ketersediaan lahan yang amat luas.

“Sekali lagi, ini menyangkut aspek yang tidak hanya satu-dua. Urusan banjir mungkin di sini tidak. Urusan gempa di sini tidak. Tapi kesiapan infrastruktur harus dimulai dari nol lagi,” tuturnya.

Presiden menambahkan bahwa kunjungannya ke sejumlah calon ibu kota ini dilakukannya untuk mengetahui gambaran awal mengenai kelayakan wilayah-wilayah itu. Nantinya, tim khusus akan kembali berkunjung untuk melakukan kajian dan kalkulasi mengenai kelayakannya sebelum pada akhirnya diambil keputusan.

“Saya ini ke lapangan hanya satu (tujuan), mencari feeling-nya. Biar dapat feeling-nya. Kalau sudah dapat feeling-nya nanti kalkulasi dan hitung-hitungan dalam memutuskan akan lebih mudah. Kalau ke lokasi saja belum, dapat feeling dari mana,” imbuhnya.

Untuk lokasi ibu kota baru Jokowi mengakui jika Presiden RI Pertama, Ir Soekarno yang dulu memilihnya sebagai lokasi baru untuk memindahkan ibu kota RI pasti ada alasan-alasan khusus.

“Ada alasan-alasan besarnya pasti ada. Enggak mungkin sebuah keputusan itu disampaikan tanpa sebuah argumentasi data, fakta-fakta lapangan yang matang,” pungkasnya.(ran)

Komentar

Berita Lainnya