oleh

Titik Api Terpantau di Desa Way Heling Lokasi Kebun Jagung Gagal Panen

BATURAJA – Antisipasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) menjadi salah satu atensi jajaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU). Terlebih, di Kabupaten OKU, satelit sudah memonitor adanya sejumlah titik api (hot spot).

Salah satunya titik api terpantau satelit di Desa Way Heling  Kecamatan Lengkiti. Titik api ditemukan pada kebun jagung yang gagal panen. Wilayah tersebut masuk ke dalam lahan milik OMIBA.

Diketahui kebun itu dikelola Juki (50) petani, warga Way Heling Kecamatan Lengkiti. Dilokasi kebun jagung tersebut api yang timbul diduga berasal dari puntung rokok orang yang melintas di lokasi.

“Personil sudah melakukan pengecekan di lokasi titik api,” kata Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH, dikonfirmasi Minggu (28/6). Seperti Kapolsek Lengkiti AKP Bastari, Kades Way Heling Herwandi, unsur Babinsa dan Babinkamtibmas, dan Mandor OMIBA Way Heling Irawan.

Kapolres OKU juga mengingatkan masyarakat menjelang masuk musim kemarau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ditegaskannya. Ada ancaman pidana bagi yang terbukti melakukan pembakaran dan menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Kita sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar AKBP Arif. Juga melakukan pemasangan spanduk di dalamnya yang terdapat ancaman pidana.

Terkait kebakaran lahan, diakuinya, sudah ada beberapa titik. Namun Kapolres OKU mengatakan tidak hafal dimana saja. Menurut Kapolres, pihaknya melakukan koordinasi terkait rencana simulasi penanganan karhutlah. Termasuk dengan perusahaan yang ada di OKU.

Terpisah Kabid Pengendalian Operasi Damkar OKU, Zainuri mengatakan, untuk periode 2020 belum banyak pemadaman api di lokasi karhutlah yang melibatkan damkar OKU. “Ada sekitar 10 an kasus yang melibatkan Damkar. Sebagian merupakan kasus kebakaran pemukiman,” ujarnya.

Sedangkan untuk hutan atau lahan menurutnya, disesuaikan dengan kemampuan dan jangkauan kendaraan semprot. Paling tidak membantu suplai air.

“Karena bisa jadi kebakaran terjadi di medan yang sulit dijangkau kendaraan,” ujarnya.  (bis)

 

 

 

 

 

Komentar

Berita Lainnya