oleh

Tito Dorong Vaksinasi Untuk Herd Immunity

SUMEKS.CO – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan, program vaksinasi Covid-19 menjadi kunci sebagai upaya memunculkan kekebalan kelompok (herd immunity). Menurut Tito, dibutuhkan kerjasama untuk menekan angka penularan Covid-19.

’’Prinsip vaksinasi ini tidak hanya sekedar untuk melakukan proteksi perorangan, tapi juga dalam rangka membangun kekebalan kelompok atau herd immunity. Prinsip herd immunity ini adalah 2/3 dari populasi harus memiliki antibodi pada waktu periode yang sama, sehingga program vaksinasi ini kuncinya adalah kecepatan,’’ kata Tito dalam keterangannya, Jumat (29/1).

Sebagai negara yang menganut sistem desentralisasi, sambung Tito, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melaksanakan program vaksinasi dengan cepat. Termasuk kerja sama dengan unit pemerintahan terkecil di desa.

’’Untuk mendukung kecepatan ini, tentu harus kerja sama antara pusat dan daerah, karena kita memiliki sistem politik pembagian kekuasaan dimana ada Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, bahkan Pemerintah Desa, yang pimpinan daerahnya pejabat politik karena dipilih oleh rakyat dan memiliki anggaran juga,’’ ujar Tito.

Kekompakan dalam menyukseskan program vaksinasi menjadi bagian yang tak kalah penting untuk dilakukan. Tito menyebut, di bawah komando Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, semua stakeholder, kepala daerah dan pejabat politik, dipandang perlu mendukung program vaksinasi agar masyarakat terbebas dari pandemi Covid-19.

’’Kekompakan antara pusat daerah ini menjadi kunci, dengan di bawah komando tentunya Bapak Menkes, kita semua kementerian/lembaga pasti akan mendukung apapun juga kebijakan dari Bapak Menkes,’’ cetus Tito.

Dalam kesempatan yang sama, Tito juga meminta kepala daerah untuk mendukung proses vaksinasi, distribusi, hingga pasca vaksinasi dilakukan.  ’’Dalam konteks kesehatan, yang paling utama adalah mendukung program vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi ini kita harapkan bisa cepat dan aman. Maka yang perlu dihitung betul adalah kesiapan infrastruktur vaksinasi, kemudian yang berikutnya lagi adalah mengenai masalah vaksinator, sarana prasarana, target yang akan divaksinasi, dan mitigasi,’’ tegas Tito. (jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya