oleh

Tito Karnavian : Leader Harus Miliki Power, Follower, dan Konsep yang Jelas

PALEMBANG – Seorang kepala daerah di era otonomi daerah dalam membangunan daerah dituntut berinovasi. Ada tiga hal yang dibutuhkan dalam leadeship kepala daerah yakni harus memiliki power (kekuatan), follower (pengikut dan rakyat) serta memiliki konsep pembangunan yang jelas. “Artinya, seorang kepala daerah dalam masa pemerintahannya lima tahun dituntut untuk mengggali potensi daerahnya sebagai sumber pendapatan asli daerah, bukan hanya mengandalkan dana bantuan dan transferan pusat seperti dana perimbangan dan yang lainnya,” pinta Menteri Dalam Negeri Mendagri) Republik Indonesia, Prof HM Tito Karnavian,Ph.D di acara Anugerah Kepala Daerah Inovatif Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2020 melalui virtual, Rabu (18/11).

Tito mengapresiasi sekaligus salut atas kegigihan dari Harian Sumatera Ekspres, dalam hal ini General Manager (GM) Hj Nurseri Marwah yang sedari awal gigih menginginkan acara ini agar dapat terselengggara. “Saya sangat setuju dan langsung merespons dengan membentuk tim karena ini penting untuk memotivasi para kepala daerah agar dapat lebih mengembangkan daerahnya. Sekaligus agar ini ke depan bisa menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia,” sebut menteri asal Palembang ini dengan penuh semangat. Dan selaku putra daerah Sumsel, Tito tak menampik di dalam dirinya ada semangat primordial dengan berupaya memberikan perhatian yang lebih kepada daerah kelahirannya ini. Dan yang tak kalah pentingnya, Tito sedikit membuka rahasia ketika mengetahui Sumatera Ekspres, sebagai media terdepan di Sumsel dimana almarhum ayahandanya juga pernah bekerja dan mengabdikan dirinya sebagai seorang jurnalis.

“Maka ketika datang kepada saya menawarkan tidak bisa saya tolak,” kelakar Tito yang membuat mereka yang ikut dalam gelaran acara virtual ini terkekeh.
Disampaikan mantan Kapolri ini, lomba inovasi kepala daerah ini merupakan momentum untuk menghargai prestasi dan inovasi tiap kepala daerah. Karena di tengah era dunia dinamis dan mengglobal seperti saat ini pasca berakhirnya desentralisasi tiap kepala daerah mempunyai kewenangan otonomi daerah yang khusus untuk urusan daerah yang kongruen.

“Spirit dari otonomi daerah yang menggantikan sistem desentralisasi di masa orde baru memberikan peluang yang lebih besar bagi kepala daerah untuk berinovasi dan mengembangkan potensi daerahnya masing-masing,” bebernya. Meski begitu, dirinya tak menampik untuk menggali sumber-sumber PAD baru di suatu daerah dibutuhkan jiwa entreprenuership dari kepala daerah.

Dicontohkan, Kabupaten Badung Provinsi Bali dengan APBD nya mencapai Rp6,1 trilyun. Dimana, Rp4,7 trilyun diantaranya didapatkan dari sektor pariwisata, cuma Rp1,4 trilyun bantuan pusat. Bisa dibayangkan, APBD sebesar itu didapatkan tanpa ada dana dari minyak dan gad, tapi mereka mampu meningkatkan PAD secara konseptual dan terprogram.

“Saya berpesan baik kepada para kepala daerah yang sedang menjabat saat ini atau yang lagi bertarung di Pilkada tolong jangan berfikir apa yang bisa didapatkan dari anggaran. Tapi bagaimana usaha mendapatkan income lain yang sah sebagai sumber PAD untuk mensejahterakan masyarakat. Nawaitunya untuk rakyat,” pintanya.

Dijelaskan, Provinsi Sumsel yang memiliki potensi sumber daya alam dan energi yang sangat luar biasa. Seperti di Kota Palembang sebagai kota besar dengan kemajuan pembangunanya sangat luar biasa, namun perlu juga melakukan terobosan-terobosan pembangunan dengan memanfaatkan segenap potensi yang ada.

Masih dengan nada bangganya, adik dari Prof Diah Natalisa,MBA yang kini menjabat sebagai Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB ini menyebut banyak orang pintar dan tokoh nasional asal Sumsel. Diantaranya, Ketua DPR RI Puan Maharani, ada juga dua wakil ketua DPR RI yakni Aziz Syamsuddin dan Sufni Dasco Ahmad. Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna, Ketua MARI Syarifuddin, Ketua Ombudman RI Prof Amzulian Rivai, Jaksa Agung ST Burhanudin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri KKP Edhy Prabowo dan Menteri PUPR Basuki Tjahjamulyanto yang cukup lama tinggal di Palembang. “Tapi permasalahan apakah membangun daerah ini hanya cukup dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan sumber daya alam yang berlimpah. Tapi dibutuhkan komitmen yang kuat dari masing-masing kepaa daerah untuk membangun daerahnya secara serentak,” imbuhnya.

Terakhir, Tito berpesan kepada seluruh kepala daerah untuk juga mengembangkan kemampuan berbisnis dalam rangka meningkatkan PAD, silahkan berinovasi di semua bidang tapi tidak hanya sebatas seremonial. “Semoga ajang penganugerahan Kepala Daerah Inovatif ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dan saya akan mengupayakan bagi yang juara akan diusulkan mendapatkan dana insentif daerah dari Kementerian Keuangan yang saat ini total ada lebih kurang Rp5 trilyun,” pungkasnya.(kms)

Komentar

Berita Lainnya