oleh

TN Berbak-Sembilang Bahas METT

PALEMBANG – Meningkatkan efektivitas dalam pengelolaan Taman Nasional Sembilang, Balai TN Berbak-Sembilang Ditjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian LH dan Kehutanan RI menggelar Workshop Management Effektiveness Tracking Tool (METT) di ruang pertemuan Hotel Santika Palembang, Rabu (2/12).

Workshop dihadiri intansi terkait lainnya, serta pihak kecamatan bahkan desa.

Kepala Taman Nasional Berbak dan Sembilang Ditjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian LH dan Kehutanan RI Ir Pratono Suroso Msc mengatakan bahwa Management Effektiveness Tracking Tool (METT) merupakan suatu alat yang digunakan pihak Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk melakukan penilaian terhadap kawasan konservasi termasuk di dalamnya kawasan Taman Nasional.

“Secara bersama kita memantau seberapa jauh aktivitas pengelolaan,”

“Yang menilai kita semua dan masyarakat,” Kata Ir Pratono Suroso Msc
didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Palembang, Afan Absori.

Karena, dalam penilaian ini sangatlah penting untuk dapat mengetahui. Agar ke depannya ada peningkatan yang lebih baik dalam pengelolaannya.

“Met inilah salah satu metodenya,” ucapnya.

Karena nilai penting di taman nasional itu ada tiga, Mangrove, Harimau dan dataran rendah. Kesemuanya mesti dijaga kelestariannya.

“Jadi metode itu sangat perlu,”
“Harimau masih ada sembilan ekor,”
“Mangrove juga tetap terjaga,” tegasnya. (ktr1)

Komentar

Berita Lainnya