oleh

Tok… Tok… Gugatan Dua Dokter ini Dikabulkan

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Penantian panjang gugatan dua tenaga medis RS Muhammadiyah Palembang yakni dr Ferianto, Kepala Instalasi Gawat Darurat dan dr Furi Sulistyowati selaku penggugat yang dipecat sepihak oleh manajemen RSMP selaku tergugat, akhirnya membuahkan hasil.

Majelis hakim Pengadilan Hubungan Industri (PHI) pada Pengadilan Negeri Palembang diketuai Hotnar Simarmata SH H, Selasa (16/3) dengan agenda pembacaan putusan,mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian.

Adapun poin-poin yang dikabulkan oleh majelis hakim dalam sidang yang hanya dihadiri oleh pihak penggugat tersebut yakni menyatakan SP3 yang dikeluarkan oleh pihak manajemen RSMP tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum.

“Meminta pihak yayasan RSMP selaku tergugat untuk segera mencabut SP3 tersebut,” tegas Hotnar bacakan petikan putusan.

Selain itu, majelis hakim memutuskan agar pihak tergugat membayarkan uang kekurangan lauk pauk pada tergugat selama tiga bulan terhitung sejak Juli hingga September 2020 sebesar Rp990 ribu.

Atas putusan tersebut kedua belah pihak yang berperkara, oleh majelis hakim diberikan waktu selama tujuh hari kedepan guna mengambil sikap terima atau pikir pikir mengajukan kasasi.

Ditemui usai sidang, M Daud Dahlan SH MH, kuasa hukum penggugat mengaku puas dengan putusan majelis hakim tersebut, meskipun majelis hakim mengabulkan sebagian gugatannya.

“Menurut kami keputusan itu sudah pas dan telah memenuhi rasa keadilan, meskipun ada beberapa poin yang tidak dikabulkan oleh hakim karena ternyata selama berperkara ini pihak yayasan terlebih dahulu telah membayarkan kewajibannya sebagaimana gugatan yang diajukan klien kita,” ujar Daud.

Untuk upaya hukum selanjutnya, tambah Daud pihak pemggugat masih menunggu pihak tergugat akan melakukan upaya hukum kasasi atau tidak terhadap putusan itu.

Sedekedar informasi, kedua tenaga medis RSMP, dr Feriyanto dan dr Furi Sulistyowati diberikan SP3 oleh manajemen RSMP adapun penyebabnya yaitu dianggap telah melakukan tindakan yang melampaui wewenang tanpa berkoordinasi terlebih dahulu kepada atasan masing-masing.

Keduanya dianggap bersalah dengan melakukan penutupan ruang IGD sementara Dr Fery yang merupakan kepala instalasi IGD RSMP tidak menghentikan upaya penutupan IGD. Diketahui keduanya melakukan tindakan tersebut dikarenakan merasa terpapar virus covid 19 dari 29 nakes yang dinyatakan positif di RSMP. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya