oleh

Tokoh Syiah Meninggal, Ulil Abshar: Pemikir Muslim yang Dianugerahi Keistimewaan

SUMEKS.CO- JAKARTA- Cendekian Nahdatul Ulama (NU), Ulil Abshar-Abdalla atau Gus Ulil mengungkapkan kesedihannya yang mendalam atas meninggalnya tokoh Syiah, Jalaluddin Rahmat pada Senin (15/2) kemarin.

Jalaluddin Rahmat meninggal di ICU Rumah Sakit Santosa Internasional, Bandung, sekitar pukul 15.45 WIB.

“Semoga Allah membalas jasa-jasa intelektual Kang Jalal yang besar ini. Saya amat bersedih dengan perginya salah satu “best mind” di Indonesia ini,” kata Ulil melalui akun twitternya.

Ulil mengatakan, Jalaluddin Rahmat adalah pemikir yang dianugerahi keistimewaan karena mampu mengubah cara pandang banyak orang.

“Ada segelintir manusia yang dianugerahi maziyyah (keistimewaan) oleh Tuhan berupa kemampuan mengubah cara pandang banyak orang. Dengan cara inilah, sejarah dibentuk dan diubah. Saya berpandangan, Kang Jalal, bersama pemikir Muslim lain, masuk dalam kategori ini,” kata Gus Ulil.

Ulil yang juga merupakan tokoh Islam Liberal ini menilai, karya-karya intelektuan almarhum banyak memberikan kontribusi untuk anak-anak muda masa kini melalui buku-bukunya.

“Banyak anak muda di seluruh Indonesia yang secara intelektual berhutang-budi pada Kang Jalal, melalui buku-bukunya yang enak dibaca, juga ceramah-ceramahnya yang bernas tetapi jenaka,” ucap Ulil/

Ulil sendiri mengaku kagum pada sosok Jalaluddin. salah satu bukunya yang pernah dibaca, berjudul; Islam Intelektual.

“Kang Jalal muncul sebagai salah satu pemikir cemerlang pada dekade 80an. Ceramah-ceramah dan tulisan-tulisannya selalu menarik minta anak-anak muda pada zaman itu. Dia punya gaya menulis yang khas, dengan stilistika yang lezat untuk dinikmati,” ungkpa Ulil.

Semasa hidup, Jalaluddin Rahmat pernah menjadi dosen di Universitas Padjadjaran atau Unpad. Kemudian dia dipilih menjadi anggota DPRRI periode 2014-2019 dari Partai PDI-Perjuangan.Jalaludin Rakhmat muda dibesarkan di kalangan Nahdatul Ulama, dan kemudian aktif di gerakan Muhammadiyah.

Namum belakangan ini dia lebih dikenal sebagai tokoh Syiah. Dia ikut membidani salah satu organisasi Syiah di Indonesia, yaitu Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) pada awal Juli 2000. (dal/fin)

Komentar

Berita Lainnya