oleh

Toni Maringgi Meninggal usai Berikan Pelatihan

JAKARTA – Dunia tenis meja Tanah Air berduka. Salah satu legenda tenis meja Indonesia Toni Maringgi (61) meninggal usai memberikan pelatihan wasit nasional di Bay Walk Mall, Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (14/9) pukul 19.00 WIB.

Saat itu Tomar, -panggilan Toni Maringgi sedang memberikan pelatihan kepada calon wasit nasional. Sang legenda memperagakan cara memegang bet besi untuk melatih pergelangan tangan. Namun hanya berselang beberapa saat, Olimpian (sebutan atlet olimpiade) Seoul 1988 ini merasa urat syarafnya tertarik dan langsung menghentikan materi pelatihan.

Muhammad Rizal, salah satu peserta pelatihan calon wasit nasional yang dihubungi SUMEKS.CO, Ahad (15/9) menuturkan bahwa almarhum memperagakan cara memegang bet besi dan mengayunkannya dalam posisi spin. Namun hanya beberapa menit, tiba-tiba almarhum berhenti karena merasa urat syarafnya seperti tertarik.

“Pak Toni sempat muntah sebelum dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Pantai Kapuk oleh panitia dan meninggal dunia pagi tadi (15/9),” kata dosen UIN Raden Fatah ini.

Sebagai penggemar tenis meja, Rizal merasa kehilangan atas kepergian almarhum yang begitu cepat. “Saya ke Jakarta ikut pelatihan wasit nasional dengan beliau (Toni Maringgi),” ujarnya.

Meninggalnya Toni Maringgi mendapat perhatian dari Menpora Imam Nahrawi. “Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah meninggal dunia pukul 05.05 WIB tadi pagi (15/9), mantan atlet tenis meja nasional, Tonny Meringgi, yang pernah tampil pada Olimpiade Seoul 1988,” tulis Imam dalam kolom caption unggahannya.

Doa dan rasa bela sungkawa turut Imam haturkan pada unggahannya tersebut.

“Semoga almarhum khusnul khotimah, semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran,” ujar Imam (indosport.com/dom)

Komentar

Berita Lainnya