oleh

Top… Warga Desa ini Kelola Jeruk Jadi Sirup

RUPIT – Kembangkan potensi perkebunan lokal, Pemerintah Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, mulai menggarap konsep agrowisata‎. Setidaknya di wilayah ini sudah ada sekitar 200 hektare lebih perkebunan jeruk yang dikelola masyarakat bersama pemerintah desa dan menjadi salah satu penyumbang ekonomi terbesar bagi masyarakat sekitar.

Adi, warga Desa Terusan menuturkan, sudah puluhan warga Desa Terusan yang terbilang berhasil mengelola perkebunan jeruk di wilayah mereka. Kebun jeruk menjadi salah satu potensi di desa yang terus dikembangkan.

“Kalau dulu kami jual dalam bentuk buah segar saja. Tapi setelah ada terobosan dari pemerintah desa, kami sekarang bisa membuat jeruk menjadi sirup. Ke depan informasinya Pemerintah Desa akan membentuk wisata buah di desa kami,” kata Adi, Senin (22/4).

Menurutnya, perkebunan jeruk yang mereka kelola bisa mengantisipasi penurunan harga komoditas karet yang menjadi produk unggulan masyarakat di Muratara. Pasalnya, harga jeruk bisa mencapai Rp9 ribu/kg, dalam satu pohon bisa mencapai hasil panen 200 kg dan pohon jeruk terus berbuah sepanjang tahun.

“Dari masa tanam sampai berbuah itu mencapai usia tiga tahun, dan terus berproduksi tidak kenal musim. Jadi kalau harga karet masyarakat di desa kami masih punya kebun jeruk sebagai sampingan,” timpalnya.

Sementara itu, Irsan kepala Desa Terusan menyatakan, potensi perkebunan lokal di wilayah mereka saat ini terus dikembangkan. Cara pengolahan maupun penanaman, hingga proses produksi dan pemasaran terus mereka gali.

Dia bersama kelompok tani di Desa Terusan sudah melakukan studi banding di Malang, untuk mengetahui bagaimana cara pengolahan pohon jeruk dari awal hingga penen, sampai tata cara perawatan yang baik.‎ (cj13)

Komentar

Berita Lainnya