oleh

Torehan Prestasi, Provinsi Sumatera Selatan Tertinggi Kedua Nasional dalam Sensus Penduduk Online 2020

SUMEKS.CO-Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menerima piagam  penghargaan dari  Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia Dr Suhariyanto melalui Kepala BPS Provinsi Sumsel Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM di Graha Bina Praja jl Kapten F Tandean Palembang. Kamis (23/7) Siang.

Piagam penghargaan itu di peroleh atas keberhasilan Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan, dalam memperoleh respons rate tertinggi sensus penduduk online 2020.

Pada sensus penduduk online yang di gelar Badan Pusat Statistik sejak tanggal 15 Februari sampai 29 Mei 2020. Tercatat jumalah penduduk Sumatera Selatan yang berpartisipasi dalam sensus online sebanyak 2.741.735 atau 31,84 persen dari  8.567.923  Juta Penduduk Sumatera Selatan.

Data tersebut berada di peringkat kedua setelah Provinsi Bali, memperoleh sebanyak 35,59 persen partisipasi penduduk dan Peringkat ketiga yaitu Provinsi  Bangka Belitung dengan response rate 31,21 persen.

Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengapresiasi dengan bangga terhadap capaian sensus online 2020 oleh Badan Pusat Statistik Sumsel tersebut dan Pemerintah Kabupaten/kota. Dia beranggapan, torehan prestasi itu membuktikan masyarakat sudah cerdas memanfaatkan teknologi internet.

“Ini adalah sebuan kebanggan, artinya program internet masuk desa  yang di luncurkan 2019 lalu sudah termanfaatkan. ini lah indikator nya,” sampainya dengan bangga di Graha Bina praja.

Dia menjelaskan rata-rata 29,30 persen penduduk di kabupaten/ kota (beberapa Kabupaten Baru)  telah berpartisipasi dan melaksanakan pembuktian sinergisitas teknologi.  Namun Deru menyampai kepada Kepala BPS, Pemerintah Kabupaten/kota, serta jajaran terkait  jangan momentum ini di jadikan sebagai startsindrome dalam artian  sudah sukses dan populer lalu stagnan.


“Jangan menjadi startsindrom. Prestasi ini harus berkelanjutan, Sumsel harus lebih baik dari Pulau Jawa,” cetusnya.
Dia menambahkan untuk menjadi daerah yang unggul dalam kontestasi pembagunan kesejahteraan sosial dan perekonomian, Sumatera Selatan harus memiliki basis data yang valid, lengkap dan terbaru dan yang utama terintegrasi dalam satu basis data.
“Jangan apatis dengan perubahan data, Saya minta Sumsel harus satu data. Sebab menyangkut efektivitas pembangunan daerah.  Bagaimana kita bisa mempriotitaskan politik anggaran kita kalau data nya belum teritegrasi” tutupnya.(mg1/bima)

Komentar

Berita Lainnya