oleh

TP PKK Muara Enim Tingkatkan Kemampuan

-Sumsel-149 views

MUARA ENIM – Tim Penggerak PKK Muara Enim rutin berikan pelatihan di setiap Pokja, kali ini pelatihan Pola Menu Keluarga. Pelatihan yang dilaksanakan di hotel griya serasan tersebut dilaksanakan 26-28 september 2019.

Ketua Pokja 3 Trisia Marni mengatakan kegiatan pelatihan pola menu keluarga untuk memberikan pengetahuan cara mengolah makanan sehat dan bergizi untuk keluarga. “Karena menu itu harus seimbang, tidak boleh kurang apalagi lebih karena akan menjadi obesitas,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk itu harus ada pengaturan pola menu agar beraneka ragam sebagai sumber karbohidrat dan vitamin, sehingga akan berefek pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan. “Ada praktik cara mengolah makanan dan mengolah halaman untuk dijadikan sumber makanan bagi keluarga,” bebernya.

Dirinya berharap agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dan diajarkan kembali kepada yang lain, karena ini merupakan salah satu upaya mencerdaskan bangsa melalui pola menu keluarga. “Jadi ini sangat bermanfaat, makanan yang baik harus dikelola dengan baik pula,” terangnya.

Ketua Panitia, Sri Sumarni mengatakan ada 35 peserta dalam pelatihan pola menu keluarga ini yang berasal dari berbagai kecamatan di kabupaten muara enim. “Nara sumbernya berasal dari SMK N 2 Muara Enim dan Bogasari,” bebernya.

Sebelumnya, Tim Penggerak PKK Muara Enim latih para lansia untuk membuat antar antaran di gedung PKK, Rabu (25/9). Pelatihan tersebut sebagai bekal bagi para lansia sehingga bisa memberi income bagi keluarga.

Sekretaris TP PKK Muara Enim, Herlina mengatakan setiap Pokja di TP PKK Muara Enim memiliki kegiatan pemberian pembekalan, termasuk dari Pokja 1. “Kali ini adalah pelatihan lansia produktif dengan membuat antar antaran,” ujarnya.

Lanjutnya, kegiatan pelatihan dimaksudkan untuk memberikan kemampuan kepada lansia dalam berkarya dan menambah penghasilan. “Jadi tidak dirumah saja atau mengasuh cucu, tapi bisa berkarya dan bisa menambah income keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, ketua Pokja 1, Hj Eni Tajirah mengatakan ada 35 peserta yang ikut dalam pelatihan membuat antar antaran ini. “Kami datangkan instrukturnya yang merupakan pelaku dunia usaha antar antaran, jadi bukan hanya bisa belajar tapi juga pengalaman;” ulasnya.

Menurutnya, pembuatan antar antaran ini juga dimaksudkan untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan. “Bisa memanfaatkan barang limbah rumah tangga seperti kardus atau semacamnya,” tutupnya. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya