oleh

TPA 2 Karyajaya Terkendala Infrastruktur

PALEMBANG – Menindaklanjuti daya tampung lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk pengoperasian pembuangan sampah. Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda secara langsung meninjau lokasi TPA 2 Karyajaya yang saat ini sudah berjalan.

Dengan luas lahan sekitar 40 hektar diharapkan kemampuan TPA tersebut menjadi salah satu titik fokus Pemkot Palembang. Dalam mewujudkan kota yang bersih, rapi dan indah. Hal ini diungkapkan Fitri saat melakukan peninjauan TPA 2 Karyajaya di Jalan Jepang Kelurahan Karyajaya Kecamatan Kertapati Palembang, Selasa (16/4).

Saat melakukan tinjauan, menurut dia, kondisi TPA 2 ini harus mengalami perbaikan. Khususnya infrastruktur jalan masuk untuk membuang sampah.

“Seperti kita lihat pembuangan sampah tersebut hanya dilakukan didepan saja. Tidak sampai masuk kedalam dikarenakan jalan menuju tempat tersebut belum baik. Saya harapkan kepada dinas terkait agar bisa melakukan koordinasi. Guna melakukan percepatan perbaikan jalan tersebut. Jika dibiarkan maka  semua sampah akan menumpuk didepan,” harap Fitri.

Diakui Fitri, bahwa 40 persen lokasi TPA 2 ini adalah rawa dan tanahnya lembut. Sehingga sangat sulit sekali untuk dilewati oleh kendaraan yang memiliki beban saat musim penghujan seperti saat ini. Ia juga menambahkan, ini harus segera diatasi. Karena program kebersihan harus dicapai demi mewujudkan Palembang Emas Darussalam.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Faizal AR membenarkan. Jika kondisi TPA 2 Karyajaya sudah berjalan dengan baik. Namun ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti perbaikan jalan. Karena untuk masuk kedalam pembuangan sampah tersebut masih rusak.

“Untuk sementara kami lakukan pembuangan sampah dibagian depan tidak masuk sampai kedalam. Yo kalu cepet diperbaiki maka sampah tidak akan menumpuk diluar itu saja logikanya,” katanya.

Dia juga menambahkan, saat ini pihaknya menyetop untuk pembuangan sampah ke TPA Sukawinatan untuk melakukan sistem penataan.(ety)

 

Komentar

Berita Lainnya