oleh

Tragis, Ternyata Ponia Tewas Dijerat Ikat Pinggang

PAGARALAM – Pembunuhan sadis berencana terhadap pegawai Toko Linda yakni Ponia (40) beserta anaknya Selvia (13),  dilakukan rekonstruksi, hari ini (9/1).  Diketahui, sebelum kedua korban dibuang ,kedua pembunuh bayaran yakni Riko dan Jefri sudah diinapkan oleh tersangka  di hotel yang ada di Pagaralam.

Informasi yamg dihimpun, rekons pertama hingga ke enam ketiga pelaku sudah merencakan pembunuhan terhadap korban. Yang mana, tersangka Tika memerintahkan dengan menemui kedua pelaku di hotel di tepat didepan kawasan Alun alun Utara, Senin (13/12).
Di hotel, Tika menemui tersangka dan berusaha menjemput korban Ponia dan Selvi di kawasan Muhammadiyah dan tempat kerja namun sempat gagal.

Selanjutnya pada rekons ke 7, melakukan transaksi pengambilan uang di Bank BCA. Di lokasi ini, rekonstruksi sempat menjadi tontonan warga, hingga memenuhi area jalan. Namun pelaksanaan rekons berjalan lancar dibawah pengawalan aparat bersenjata lengkap Satsabahara.

Sementara, puluhan kerabat korban sempat terkecoh berniat melihat rekons. Namun akhirnya sempat histeris menyaksikan rekons kendati hanya dari kejauhan. Dimana korban dibuang di jembatan Endikat yang dialihkan lokasinya rekonsnya.

Tewasnya Ponia di TKP dengan cara setelah dipukul. Dalam kondisi sekarat dijerat dengan ikat pinggang oleh tersangka Riko. Tak lama, tergambar di rekon 11 menyusul anak korban Selvia dihabisi dengan cara dipukul. Lalu, pada rekons selanjutnya jasad kedua korban dimasukkan ke bagasi mobil Alya silver lalu dibuang dari atas jembatan Endikat.

Kapolres Pagaralam, AKBP Tri Saksono Puspi Adjie didampingi Wakapolres, Kompol Tri Wahyudi melalui Kasatreskrim, AKP Acep Yuli Sahara, rekons yang dilakukan tak lain untuk melengkapi penyelidikan berkas perkara.

“Para pelaku yang mengeksekusi korban diperankan tersangka. Sementara untuk TKP dimana koban dihabisi sengaja kita alihkan di kawasan jalan sepi di Keban Agung sebagai pengganti TKP Lematang. Dan di jembatan Simpang Tugu Jeep, Pagara Jaya pengganti TKP Endikat dimana korban di buang setelah meninggal. Dihabisi dengan cara dipukul dan dicekik dengan tali ikat pinggang,” pungkas Kasatreskrim seraya mengatakan ada 26 rekons yang dipergakan dalam kasus pembunuhan berencana yang dilakukan ketiga tersangka. (ald)

Komentar