oleh

Transformasi Pendidikan Bantu Pulihkan Kondisi Sulit

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya memulihkan kondisi sulit di masa pandemi Covid-19 dengan melakukan transformasi pendidikan dan kebudayaan.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im, mengatakan untuk mendukung visi dan arahan Presiden, sebagai bentuk komitmen untuk membangun SDM yang unggul, Kemendikbud menjadi sektor yang sangat awal dalam melakukan penyesuaian kebijakan dibandingkan sektor-sektor lain dalam menangani pandemi.

Untuk memperkuat sekolah menghadapi pandemi, Kemendikbud melakukan penyesuaian kebijakan pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) regular, BOS afirmasi, BOS kinerja agar bantuan dapat digunakan leluasa untuk kebutuhan sekolah di masa pandemi.

Dana BOS dapat digunakan untuk membiayai kuota internet. Sekarang, ketika bantuan kuota internet di bulan lalu sudah cair, sekolah bisa menggunakan alokasi kuota dari dana BOS untuk keperluan yang lain,” tambah Ainun.

Kemendikbud juga melatih guru agar adaptif dan inovatif dengan menyelenggarakan program Guru Penggerak dan sesi webinar bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran selama pandemi yang telah diikuti oleh 150 ribu guru.

Untuk aspek pemulihan sebagai bagian dari gotong royong terdapat beberapa capaian dalam periode satu tahun ini yang sudah direalokasi menggunakan anggaran sebesar Rp 4,9 T.

Di antaranya adalah untuk menangani pandemi, misalnya mobilisasi relawan Covid-19 nasional, peningkatan kapasitas rumah sakit pendidikan untuk menjadi pusat tes Covid-19, serta pengadaan alat-alat kesehatan.

Bantuan untuk mahasiswa di masa sulit disalurkan dalam bentuk cicilan uang kuliah tunggal (UKT), penundaan UKT, penurunan UKT, pemberian beasiswa, dan bantuan infrastruktur.

Upaya Kemendikbud untuk mencetak SDM berkualitas dan berdaya saing terus berjalan. Seperti pemberian dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang mencapai 18,1 juta siswa dan KIP Kuliah sebanyak 200 ribu mahasiswa. Tunjangan bagi guru telah disalurkan kepada 245,2 ribu sasaran penerima tunjangan profesi dan khusus per 31 Agustus 2020. Program Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi (PPTV) yan mencakup kemitraan strategi dengan industri, bantuan sarana dan prasarana pendidikan, dan pengembangan dosen praktisi.

Pembangunan dan revitalisasi SMK telah menjangkau 14048 SMK yang bekerja sama dengan industri, 272,7 ribu jalinan kerja sama antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, 190,8 ribu industri menjadi mitra SMK, serta 87 bidang usaha mitra industri SMK.

Dilain pihak lain Kepala Biro Perencanaan, M. Samsuri menambahkan bahwa alokasi anggaran untuk asesmen dan pembelajaran di tahun 2021 tidak sebesar tahun, yaitu sekitar Rp 155 miliar yang mencakup asesmen kompetensi minimum, pengembangan model, dan kajian. (Ril/wi2k)

Komentar

Berita Lainnya