oleh

Trend Covid19 Naik, Kegiatan Sekolah Melibatkan Anak Didik Di Stop

LAHAT – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat menegaskan bahwa sejak Jumat (21/8) menghentikan kegiatan sekolah yang melibatkan anak didik. Lantaran trend Covid19 di Lahat beberapa hari terakhir bertambah.

Bahkan update Selasa (25/8), secara akumulasi ada 40 terkonfirmasi positif di Lahat. Lalu untuk pasien sembuh 22 orang, tiga meninggal, dan 15 dalam proses penyembuhan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat Drs H Suhirdin didampingi Kasubag Perencanaan, Keuangan dan AMD Diknas Lahat Hasperi Susanto Spd MM menegaskan agar tiap sekolah terutama tenaga pendidik yang masih ke kantor agar mentaati protokol kesehatan. Selain itu terkait tatap muka, pihaknya berharap agar wali murid jangan memaksakan anaknya untuk sekolah.

“Mari bersama memutus mata rantai penyebaran covid19. Untuk saat ini karena tren covid19 naik, maka tidak ada kegiatan sekolah dahulu hingga akhir agutus ini serta melihat perkembangan covid19,” ungkapnya.

Namun begitu, menjelang new normal pihak sekolah telah menyiapkan skenario tatap muka bagi Paud, SD maupun SMP. Namun secara bertahap saat ini masih dilalukan pada tingkat SMP.

“Ada 35 berkas sekolah SMP yang siap tatap muka. Lalu ada 1 sekolah yang menyatakan tidak siap. Saat ini masih dalam proses karena ada 76 sekolah SMP negeri/swasta di Lahat,” ungkapnya.

Dalam skenario tatap muka, berkas- berkas dan hal – hal yang dilengkapi diantaranya. Pertama, izin orang tua berupa pernyataan mengizinkan anaknya untuk sekolah tatap muka. “Namun bila ada wali murid tidak bersedia tatap muka, maka untuk anak didik bisa memilih sistem online,” jelasnya.

Kedua, rapat Komite dihadiri pihak kecamatan dan puskes, TNI-  Polri membahas wilayah apakah layak atau belum untuk dilaksanakan tatap muka. “Hasil rapat itu selanjutnya dibuat pernyataan kesiapan atau tidak siap melaksanakan tatap muka,” sambungnya

Ketiga, penerapan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun, alat termogram, menyiapkan masker dari pihak sekolah, mengatur tempat duduk. “Isi kelas 16 siswa secara bergantian dan jam belajar tatap muka 20 menit per jam belajar,” ungkapnya.

Proses skenario tatap muka dijelaskan hingga akhir September. Selanjutnya pada awal Oktober tetap akan dilakukan verifikasi apakah sekolah tersebut benar- benar layak melaksanakan tatap muka. Kalau belum layak maka akan kita minta dulu untuk disiapkan. “Namun tetap melihat apakah covid19 di Lahat naik atau turun. Bila terus bertambah maka tatap muka tidak akan dilakukan,” tegasnya.

Sementara Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Lahat Taufiq M Putra Skm MM menegaskan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan. Jaga jarak, gunakan masker dan  pola hidup bersih dan sehat.(gti)

Komentar

Berita Lainnya