oleh

Trend Penyalahgunaan Narkoba Selalu Meningkat

PRABUMULIH – Peredaran narkotika semakin menghawatirkan. Bahkan trend-nya pun selalu mengalami peningkatan. “Dari Januari sampai 12 Maret ini saja sudah ada 29 berkas narkoba yang masuk ke Kejaksaan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri kota Prabumulih, Husein Admaja. Dibincangi usai acara pemusnahan barang-bukti di halaman Kejaksaan Negeri Prabumulih, hari ini (12/3).

Dari 29 berkas yang masuk tersebut, kata dia. Masing-masing 24 berkas dari Polres dan 5 berkas limpahan dari BNNK Prabumulih. “Jadi kalau kita hitung lebih dari 10 berkas dalam 1 bulan,” imbuhnya. Seraya menyebut dalam setahun pihaknya melakukan pemusnahan barang-bukti sebanyak 2 kali.

Dalam kesempatan itu pula, Husein menegaskan. Saat ini gambaran narkotika masih dalam kondisi darurat dan termasuk kejahatan yang menghawatirkan. Jumlah terus meningkat walaupun tindakan preventif sudah dilakukan. “Kejahatan narkotika adalah kejahatan luar biasa,” sebutnya.

Bahkan yang lebih parah lagi, yakni dampak yang ditimbulkan luar biasa baik kepada anak muda. Yang merupakan generasi penerus. Apabila terkena narkotika akan memberikan dampak kesehatan fisik dan psikis pengguna.

“Narkotika kejahatan masif dan mempunyai daya rusak yang besar,” tegasnya.

Lebih lanjut, putra asli Palembang itu menegaskan sejak 2012 narkotika selalu rangking pertama dibanding kejahatan lain. Dan terjadi hampir di seluruh Indonesia. Kendati tak tinggal diam, sesuai UU pemberantasan tindak pidana narkotika. Maka ada upaya yang dilakukan pihaknya bersama stakeholder terkait. Yakni upaya pencegahan dan penindakan.

“Rata-rata untuk Prabumulih 90 persen lebih ke pasal 112 dengan ancaman minimal 4 tahun penjara. Dan rata-rata diputus diatas 4 tahun dan tren peningkatan sangat kuat,” sebutnya. (chy)

 

Komentar

Berita Lainnya