oleh

Truk PT MHP Belum Diizinkan Melintas Jalan Umum

MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim belum merestui permohonan izin perusahaan PT Musi Hutan Persada (MHP) menggunakan jalan umum milik Kabupaten sebagai jalur alternatif kendaraan operasional mereka.

Bupati Muara Enim H Juarsah meminta PT MHP untuk bersabar karena permohonan tersebut akan di kaji ulang terlebih dahulu oleh Pemkab Muara Enim. Hal ini disampaikan Bupati saat melaksanakan rapat bersama dengan PT MHP, di Ruang Rapat Bupati Muara Enim, Senin (8/2).

“Kami bukan tidak mendukung, tapi kami minta bersabar, saya meminta kepada OPD yang terkait untuk mengkaji, apa apa saja teknisnya, selagi itu memungkingkan, dan tidak ada resiko kami dukung, ” terang Bupati.

Bupati menuturkan keputusan harus berdasarkan kepentingan bersama. Menurutnya masyarakat tidak bisa di abaikan begitu saja.”kami pemerintah sangat mendukung adanya perekonomian yang ada di kabupaten Muara Enim, namun semuanya tersebut itu tentu butuh kajian, pungkas Bupati.

Dikatakan Juarsah, semuanya butuh kajian yang mendalam agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Mengingat jumlah armada dan tonase dari kendaraan operasional PT MHP tersebut.

“Karena jalan yang akan di lalui tentunya jalan umum masyarakat, menyangkut dukungan tersebut kami siap mendukung, tetapi kami butuh kajian terlebih dahulu, apa bila itu memungkinkan tentu akan kami dukung,”ucapnya.

Sementara itu, Manager Humas PT MHP Taufan menjelaskan permohonan tersebut ia sampaikan karena pihaknya tidak memiliki jalan alternatif lain menuju jalan produksi selain jalan milik Pemkab karena jalan dan jembatan yang biasa semestinya di lalui terjadi banjir dan rusak berat.

“Ada 2 titik pak Bupati, keinginan kami ingin mengajukan permohonan izin memakai jalan milik Pemkab Muara Enim yang pertama dari jalan Suban Jeriji dan yang kedua jalan lematang Benakat,” kata Taufan.

Menurutnya, dalam sehari ada 4000-5000 ton dan tebagi 2 tempat titik yang akan dilalui truk-truk perusahaan yakni di Suban Deriji dan Lematang Benakat. “Dan jumlah armada kendaraan kami sekitar 162 unit mobil terbagi menjadi dua titik untuk di lalui dengan tonese armanda tersebut 1 mobil tersebut 30 ton sampai 35 Ton,”jelas Taufan.(nop/ozi)

Komentar

Berita Lainnya