oleh

TU SDN Dihipnotis?

PRABUMULIH – Warga Kota Prabumulih digegerkan dengan adanya kabar ada seorang perempuan beserta anaknya yang hilang karena dihipnotis seorang yang tidak dikenal di Jl Jenderal Sudirman, tepatnya di Lr Grande, kawasan pasar.

Kabar tersebut semakin mencuat lantaran banyak warga yang meng-share kejadian di media sosial (medsos) terutama grup Facebook dan Instagram.

Dalam postingan tersebut, menunjukkan foto seorang perempuan inisial Andhika Fitriani alias Ika beserta anak perempuannya yang masih balita. Diduga pelaku mengirim percakapan via Whatsapp kepada suami korban sebelum akhirnya Hp korban tak aktif lagi.

Adapun isi percakapan tersebut. “Anda jangan menghubungi polisi jika anda ingin istri dan anak anda selamat, istri anda sudah saya hipnotis agar dia selamat dia hanya perlu menyebrang. Terimakasih atas dana yang sudah diberikan istri anda, saya tidak perlu menjual organ tubuh istri dan anak anda”.

Sementara status yang dituliskan kerabat korban tersebut menuai banyak komentar dari netizen. Mulai dari komentar berharap cepat ketemu hingga keluhan dari para walimurid tempat diduga korban mengajar.

“Dio ini mbak TU di SDN 26 di belakang grande belarike duet murid2 SD kelas 2 samo kelas 6 duet tabungan sekarang wali murid lagi demo di SDN 26 sama kepala sekolahan minta pertanggungjawaban ika ini oleh sudah belarike duit tabungan muridnyo,” tulis salah-satu akun facebook yang mengaku sebagai salah-satu wali murid di SDN tersebut.

Sementara akun Facebook lainnya, juga menyebutkan hal yang sama. “Kami wong tuo murid SDN 26 hanya bisa berdoa bu Ika pulang dengan selamat biar biso bagike tabungan anak kami. Seharusnya hari ini anak kami bagi tabungan tapi bu Ika dak tau kemano,” tulisnya.

Juga banyak akun lain yang berharap korban cepat kembali supaya tabungan anak nya cepat dibagikan. Mereka berharap tabungan itu bisa dibelikan keperluan sekolah anak yang jumlahnya bervariasi mulai dari Rp1 juta, Rp2 juta, Rp3 juta, Rp4 juta bahkan ada yang sampai Rp5 juta.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Disdik Kota Prabumulih, Kusron mengaku belum mengetahui pasti kebenaran kabar tersebut. “Mohon maaf, saya belum mengetahui secara pasti kebenaran nya, untuk itu kita tidak boleh berpraduga negatif, sebelum jelas persoalannya, mari kita menjaga perasaan orang lain,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Prabumulih, AKP Abdul Rahman mengaku belum menerima laporan. “Belum ada laporan sampai saat ini,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya