oleh

“Tuan Rumah yang Baik”, Merah Putih tak Bisa Berkibar di Mandalika

SUMEKS.CO, JAKARTA – Sanksi yang diberikan World AntiDoping Agency (WADA) atau Badan AntiDoping Dunia terhadap Indonesia tak hanya berujung pada sanksi Merah Putih tidak bisa berkibar saat Tim Thomas Tanah Air menjadi juara di Denmark.

Jika tidak cepat diselesaikan kelalaian LADI merespons surat dari WADA, sanksi serupa akan terjadi saat Indonesia menjadi tuan rumah balap MotoGP 2022 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lagi-lagi Merah Putih tidak bisa dikibarkan di  arena balapan.

Karena itu, Kemenpora mengupayakan agar sanksi dari WADA segera dicabut. Langkah tersebut diapresiasi. Namun, di sisi lain juga diwanti-wanti bahwa itu bisa menimbulkan dampak lain.

”Yang perlu dipertimbangkan adalah hal ini bisa dianggap intervensi dari pemerintah terhadap WADA,” tutur Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) Djoko Pekik Irianto kemarin.

Sebab, kata dia, WADA dan LADI (Lembaga Anti-Doping Indonesia) adalah lembaga independen.

Dia menyarankan agar LADI menjalin komunikasi intensif dengan WADA. Bahkan, jika perlu, mereka menyambangi markas WADA di Montreal, Kanada. Dengan begitu, persoalannya bisa terurai. ”Dengan LADI yang proaktif ke WADA tentu menjadi catatan positif tersendiri bagaimana mereka bisa membantu menyelesaikan sanksi Indonesia ini. Saya kira komunikasi orang-orang LADI bagus untuk itu,” lanjutnya.

Sebagaimana diwartakan, Senin (18/10) Kemenpora membentuk Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA yang diketuai Raja Sapta Oktohari. Tim tersebut memiliki tugas untuk segera memenuhi dan menyelesaikan tuntutan WADA serta menginvestigasi internal LADI.

Menurut Djoko, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang juga diketuai Okto berkomunikasi dengan International Olympic Committee (IOC). Sebab, afiliasi KOI adalah ke IOC, sedangkan LADI ke WADA. ”Pak Okto bisa komunikasi dengan Thomas Bach (Presiden IOC). Sampaikan permasalahan dan langkah-langkah yang sudah diambil untuk menyelesaikan masalah ini. Dengan begitu, ada dua jalan yang dilakukan Indonesia,” kata mantan Deputi IV Bidang Prestasi Olahraga Kemenpora itu.

Untuk cabang-cabang olahraga, khususnya PBSI yang akan menyelenggarakan event Asian Leg dan World Tour Finals 2021 di Bali pada 16 November–5 Desember, mereka bisa berkomunikasi dengan BWF. ”Jadi, menjelaskan permasalahan yang terjadi dan langkah yang diambil Indonesia. Dengan begitu, pencabutan sanksi bisa dilakukan tanpa menimbulkan masalah berikutnya,” imbuh Djoko.

Sementara itu, Okto akan menghadiri General Assembly Association of National Olympic Committees (ANOC) di Crete, Yunani, pada 24–25 Oktober. Selanjutnya, dia bertandang ke markas IOC di Lausanne, Swiss. Okto akan berkomunikasi terkait dengan event-event Indonesia selama sanksi WADA masih berlaku.

Okto berharap bisa mendapatkan dukungan IOC agar Indonesia tetap menjadi tuan rumah event internasional. ”Tahun depan akan banyak sekali event. Termasuk akhir tahun nanti. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut tetap bisa dilaksanakan di Indonesia,” ujar Okto.

Pada bagian lain, sanksi dari WADA kepada Indonesia dipastikan turut berpengaruh terhadap pergelaran ajang-ajang balap internasional di Sirkuit Mandalika bulan depan. Di sirkuit tersebut, Indonesia menjadi tuan rumah dua event balap mayor, yakni World Superbike (WSBK) pada 19 November dan MotoGP pada 20 Maret 2022.

WADA telah berkoordinasi dengan Federasi Motor Internasional (FIM) selaku organisasi yang menaungi ajang MotoGP maupun WSBK. Dari koordinasi tersebut, FIM dipastikan akan menjalankan rekomendasi WADA terkait dengan konsekuensi yang harus diterima Indonesia selama masih dinyatakan tidak patuh dalam hal penanganan sistem antidoping.

Hal itu juga berlaku untuk Thailand yang sama-sama dinyatakan tidak patuh oleh WADA dan akan menggelar ajang MotoGP di Sirkuit Buriram pada 2 Oktober tahun depan. ”Bendera Indonesia dan Thailand tidak akan diperlihatkan di event-event tersebut. Ini berlaku bagi atlet, tim, maupun penyelenggara,” ucap juru bicara WADA seperti dilansir Crash.

Lebih lanjut, WADA menyebutkan, pelarangan ditampilkannya bendera Indonesia itu akan berlaku selama acara berlangsung. Termasuk saat upacara pembukaan, penutupan, maupun seremoni penyerahan piala di atas podium.

Tim dan pembalap yang berasal dari Indonesia di WSBK dan MotoGP juga tidak diperkenankan menggunakan atribut yang menunjukkan gambar bendera Merah Putih. Di ajang Moto3, Indonesia saat ini memiliki wakil pembalap, yakni Andi Farid Izdihar yang membela Honda Team Asia. Selain itu, ada dua tim yang saat ini tampil di Moto2 dan Moto3 dengan membawa nama Indonesia, yakni Gresini dan SAG Mandalika. (jawapos.com/dom)

Komentar

Berita Lainnya