oleh

Tugas Jurnalistik Itu Gampang, tapi…

-Sumsel-1.491 views

PALEMBANG – Di era digital saat ini, masyarakat dengan mudah mengakses berbagai informasi yang diinginkan.

Hanya saja, tak semua informasi bisa didapat karena masuk daftar rahasia negara atau dikecualikan untuk dipublikasikan.

Semua itu harus memiliki dasar dan aturan yang jelas.

“Dengan terbitnya UU Keterbukaan Informasi Publik, semua warga negara punya kesempatan besar mengakses informasi yang dibutuhkan,” jelas Kabid PPIP Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumsel, Amrullah.

Info itu didampaikan Amrullah saat mengisi Pelatihan Jurnalistik hari kedua kerja sama Diskominfo Sumsel-Harian Sumatera Ekspres di Hotel Winner, Rabu (13/2).

Tetapi UU Rahasia Negara juga mengatur informasi boleh dirilis dan tidak ke publik.

Menurutnya, ada aturan jelas dan informasi apa yang masuk kategori rahasia negara atau dikecualikan.

“Untuk masuk kategori dikecualikan, harus melalui mekanisme uji kompetensi melalui badan publik terkait informasi tadi. Nanti hasil uji kompetensi yang menentukan informasi tersebut boleh dipublikasikan, menjadi rahasia negara atau perusahaan.

Selain itu, informasi juga harus dilihat dampak dari publikasi. Bila berdampak secara psikologis seseorang, seharusnya tidak dipublikasikan.

Contoh, saat tes kesehatan calon kepala daerah, ternyata tidak lulus tes dengan dasar mengalami gangguan kejiwaan.

“Biasanya ini tidak diekspose atau cukup mengatakan tidak lolos, karena gagal tes kesehatan. Jangan dikatakan gagal karena sakit jiwa, sebab ini akan berdampak ke yang bersangkutan atau keluarganya,” ungkapnya.

Lewat pelatihan ini, dirinya ingin menyampaikan kepada peserta bahwa semua orang bisa mengakses informasi namun tetap dalam koridor aturan berlaku.

“Kita ingin mendorong peserta lebih berani dan terampil menggali informasi, sehingga bisa diterapkan dalam aplikasi kerja dan kehidupan,” ulasnya.

Ando, salah satu peserta pelatihan mengaku dirinya mendapat pengetahuan teknik-teknik penulisan jurnalistik yang baik dan benar.

Termasuk juga dikasih tahu bagaimana menggali informasi dari seorang narasumber terkait berita yang ingin dibuat.

“Selama ini kita anggap tugas jurnalistik itu gampang. Ternyata setelah belajar, cukup sulit juga menantang,” ujarnya.

“Apalagi setiap hari kita bertemu orang banyak dengan tipikal berbeda. Tentu ada trik-trik tersendiri,” tambahnya.

Ini semua dia dapatkan di pelatihan ini. (afi/fad/ce1)

Komentar

Berita Lainnya