oleh

Tujuh Hari, Kasus DBD Muratara Meningkat Drastis

MURATARA-Meningkatnya jumlah kasus Demam Berdarah (DBD) di wilayah Muratara. Membuat sejumlah ibu rumah tangga mulai cemas. Pasalnya, teror penyakit mematikan itu. Tidak menutup kemungkinan dapat menjangkiti anak-anak dan keluarga mereka di dalam rumah.

Rosna (35) warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengatakan. Perubahan cuaca secara mendadak dalam beberapa minggu terakhir. Membuat suasana di permukiman warga. Mulai diteror nyamuk dan lalat. Dua hewan ini dianggap salah satu pembawa bibit penyakit, seperti kolera dan demam berdarah.

“Tapi sekarang lagi musim banyak warga di Rupit yang sudah tekeno. Ini yang jadi khawatir kami. Memang hampir setiap malam sekarang ini banyak nyamuk,” katanya, hari ini (28/2).

Dia juga menginformasikan, jika maraknya pemberitaan mengenai bahaya DBD semakin membuat masyarakat khususnya di Muratara cemas.

“Khusunyo ibu-ibu pasti cemas galo, apo lagi yang masih punyo bayi. Takutnyo anak atau keluarga kito keno jugo. Karno sekarang memang banyak nian nyamuk,”timpalnya.

Pihaknya berharap, ada langkah khusus yang bisa diambil oleh Pemerintah Daerah untuk menanggulangi potensi peneluran penyakit ini.

Pasalnya, di 2018 sonter kabar beredar di masyarakat mengenai jumlah warga yang tewas di wilayah kabupaten tetangga yang terjangkit.  “Di Musi Rawas kemarin ado yang meninggal gara-gara keno DBD. Nah laju kito warga di Muratara takut jugo. Karno jarak Mura-Muratara itu bedeketan,” bebernya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya