oleh

Tujuh KPPS Dilaporkan Langgar Kode Etik

MURATARA – Tujuh petugas KPPS asal Desa Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, dilaporkan masyarakat berikan dukungan ke Pasangan Calon (Paslon) independen.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muratara, respon cepat lapiran dan lansung melakukan pemanggilan petugas terlapor untuk di konfirmasi.

Selasa (1/12) sekitar pukul 09.00 WIB, kantor Bawaslu Muratara mendadak ramai di datangi wartawan terkait adanya laporan warga mengenai pemanggilan tujuh petugas KPPS di desa Noman,Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Ketua Bawaslu Muratara Munawir saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan itu dan mereka sudah memanggil sejumlah terlapor untuk dimintai keterangan. “memang ada lapiran dari masyarakat soal itu, kita sudah panggil terlapor semuanya KPPS. Mereka dilaporkan melanggar kode etik, memeberikan dukungan ke Paslon no 2, saat mendaftar syarat pencalonan melalui jalur Independen,” katanya.

Dia mengaku, sudah melakukan pemeriksaan dan memberikan rekomendasi agar proses selanjutnya dilakukan pihak KPUD Muratara. “Memang kita sudah klarifikasi, tapi keputusan final itu di KPUD Muratara apakah mereka melanggar atau tidak. Tapi yang jelas penyelenggara itu tidak boleh memberikan dukungan ke salah satu paslon,” tegasnya.

Sampai sejauh ini di wilayah Muratara, sudah didapati 13 petugas yang melanggar kode etik dan sudah dicopot secara langsung dan terakhir 7 kasus KPPS yang masih di proses di KPUD Muratara. Tepisah, komisioner KPUD Muratara divisi hukum, Handoko yang sempat menghadiri proses klarifikasi tujuh petugas KPPS terlapor hingga saat ini belum bisa memberikan konfirmasi secara gamblang mengenai kasus tersebut.

Tujuh petugas yang terlapor diantaranya hairul, adam, edi susanto, beni astria, heffy, iwan afriyansah, fikri, dan Husni M Nur terlampir dengan nomor temuan 15/PL/PB/Kab/06.17/XII/220. Yang diteruskan ke KPUD Muatara dengan alasan proses kode etik di KPUD Muratara.

“Iyo ado surat rekomendasi bawaslu Muratara. Sebelum direkomendasi sudah kami panggil PPS Desa Noman. Kita masih proses,” tutup Handoko.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya