oleh

Tulang Korban Perampokan yang Dikubur Selama 8 Tahun, Dokter Forensik : Kita Sarankan Identifikasi Tes DNA dari Gigi

SUMEKS.CO – Kerangka tulang dan tengkorak korban pembunuhan Sidik Purwanto (61), yang dikubur secara tak wajar dan hilang selama 8 tahun lalu, saat ini masih dilakukan identifikasi oleh tim kedokteran Forensik RS Bhayangkara Palembang.

Sebelumnya, kerangka tulang dan tengkorak korban ditemukan di kedalam 1,5 meter yang masih terbungkus karung plastik warna putih yang sudah bercampur lumpur di pinggir petak sawah yang berada di belakang komplek RSUP Sungai Kundur, RT 13/03, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Jumat (4/9/2020) sore lalu.

“Kita memeriksa kerangka dari dalam karung, kita bersihkan dan lakukan identifikasi. Pakaian dan celana tinggal seratnya saja. Tulang sudah bentuk serpihan,” kata dokter forensik RS Bhayangkara Palembang Kompol dr Mansuri SpF.

Kerangka korban yang ditemukan kemudian dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa ke RS Bhayangkara. Foto : edho/sumeks.co

Pihaknya menyebut, tidak bisa mengetahui penyebab kekerasan. “Karena untuk tulang-tulang sudah pecah-pecah. Kondisinya sudah tidak utuh lagi, baik tulang besar dan kecil termasuk tengkorak tulang pipihnya sudah lepas,” bebernya.

Tim Kedokteran Forensik juga memperkirakan ada bekas ikatan lakban di kepala, badan, tangan dan kaki. “Karena lingkaran lakban ini ukuranya kecil dan besar,” tambah Mansuri.

Saat ini, sambung dr Mansuri untuk identifikasi belum selesai. “Nanti kita siapkan untuk pemeriksaan DNA, meski ada pengakuan diduga dari keluarga korban untuk identifikasi belum cukup,” terangnya.

“Kita sarankan untuk melakukan tes DNA, dengan pembanding dari pihak keluarga yakni istri dan anak,” katanya lagi.

Untuk sampel DNA yang diambil dari gigi yang masih bagus dan yang masih bisa digunakan.

Polisi dibantu warga berhasil menemukan kerangka korban Sidik yang dikuburkan tersangka Muslimin dengan cara tidak wajar di petak sawah yang berada di belakang perumahan RSUP Sungai Kundur Banyuasin, Jumat sore. Foto : edho/sumeks.co

“Karena untuk sampel tulang sudah tidak utuh lagi. Kita ambil sampel dari darah dan biasanya diambil dari sampel darah segar kemudian kita buatkan sampel,” tukasnya.

Seperti diketahui, tim penyidik Unit 4 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel bersama tim INAFIS Polda Sumsel berhasil menemukan kerangka korban Sidik Purwanto (61), yang hilang selama 8 tahun lalu pada Jumat (5/9/2020) sore.

Di kedalaman sekitar 1,5 meter, kerangka korban ditemukan masih terbungkus karung plastik warna putih yang sudah bercampur lumpur sawah.

Disaksikan oleh tersangka Muslimin (37), dan anak korban termasuk menantu ikut menyaksikan penggalian di pinggir petak sawah yang berada di belakang komplek RSUP Sungai Kundur, RT 13/03, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.

Dalam waktu dekat tim kita juga berencana akan memeriksa tambahan dua tersangka Suhendra dan Nopri yang saat ini sedang menjalani hukuman di Nusakambangan dengn vonis hukuman mati terkait dengan tertangkapnya tersangka Muslimin.

Kawanan ini sudah dua kali melakukan aksi yang sama di tahun yang sama dengan korban yang berbeda. Satu pelakunya diketahui seorang wanita yang merupakan adik tersangka Muslimin yakni Yuliana alias Lebek.

Lebek bunuh diri dengan cara membakar diri saat berada di Polres Pelalawan saat akan dijemput anggota. Satu tersangka lagi yakni Amin (DPO).(dho)

Komentar

Berita Lainnya