oleh

Tunggu FIFA Kelamaan, Jakabaring & Jalak Harupat Harus Segera Dieksekusi, Maksudnya?

JAKARTA – Kemenpora tidak sabar menunggu kepastian venue Piala Dunia U-20 hingga Oktober mendatang. Mereka ingin mendapatkan status stadion yang akan dipakai untuk gelar kejuaraan sepak bola antarnegara di usia remaja itu segera. Ini karena persiapan menuju kick off kurang dari setahun.
Mengingat, Piala Dunia U-20 dijadwalkan pada 24 Mei hingga 12 Juni 2021. Sementara kelengkapan venue masih harus dikejar. Sebab, stadion yang ditetapkan sebagai penyelenggara harus memiliki lima lapangan pendukung untuk latihan. Itu harus di bangun di enam stadion yang akan menjadi penyelenggara event.
“Kelamaan jika menunggu Oktober atau paling cepat September saat perwakilan FIFA datang ke Indonesia. Kasihan KemenPUPR. Saat ini saja mereka sudah sambat (mengeluhkan) karena waktunya sempit,” ungkap Sesmenpora Gatot Dewa Broto.
Pemerintah memang sudah menugaskan KemenPUPR untuk melengkapi venue yang kurang fasilitasnya. Di enam stadion yang akan ditunjuk menjadi penyelenggara. Saat ini FIFA memang belum resmi mengeluarkan putusan stadion mana saja yang akan dijadikan venue Piala Dunia U-20 2021.
Namun PSSI pada 24 Juni kemarin telah merekomendasikan enam stadion kepada KemenPUPR untuk dibantu membangun kelengkapan fasilitasnya. Keenam stadion itu adalah Stadion Bung Tomo Surabaya, SUGBK Senayan, Stadion Manahan Solo, Stadion I Wayan Dipta Bali, Stadion si Jalak Harupat Bandung, dan Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.
Hanya, kata Gatot, dari keenam stadion ini dua nama yang disebut terakhir masih belum resmi. Jakabaring dan Jalak Harupat diusulkan PSSI belakangan. Sementra empat lainnya sudah tidak ada masalah jika KemenPUPR harus merenovasinya. Sebab keempat nama itu sudah masuk di awal, yakni pada 23 Januari 2020 saat utusan PSSI laporan ke Sesmenpora setelah melakukan dengan FIFA.
“Kami harap PSSI rapatkan segera dengan FIFA untuk kepastian venue. Dari enam venue yang disebut PSSI, empat sudah tidak ada masalah dari KemenPUPR seperti Solo, Bali, Surabaya, dan Jakarta. Sementara Jakabaring dan Jalak Harupat masih menunggu putusan resmi FIFA untuk bisa segera dieksekusi. Tapi gak bisa nunggu sampai September atau Oktober,” jelasnya.(kmd)

 

Komentar

Berita Lainnya