oleh

Tuntut Paket Plasma Puluhan Warga Kuasai Lahan PT Lonsum

-Sumsel-55 views
MURATARA – Aksi protes warga yang mendesak pihak PT London Sumatera (Lonsum), di Desa Bina Karya, Kecamatan Karang Dapo, Muratara memberikan 240 hektar lahan plasma terus berlangsung. Sudah tiga hari puluhan warga menduduki kawasan perkebunan dengan cara memasang sejumlah tenda di bawah pohon sawit yang mereka sengketakan.
Informasi di himpun sudah tiga hari berlangsung aksi protes warga yang mendesak pihak perusahaan segera memberikan 240 hektar lahan yang mereka klaim belum diberikan perusahaan ke masyarakat. Warga yang membekali diri dengan sejumlah peralatan sederhana itu, mengancam akan terus menduduki lahan PT Lonsum sehingga tuntutan mereka dipenuhi.
Apri salah satu warga yang ikut aksi yang berhasil di hubungi mengaku, saat ini Jumat (6/8) sekitar pukul 14.07 WIB, di dapati puluhan warga masih mendiami areal perkebunan kelapa sawit. Warga menggunakan terpal plastik untuk berteduh di bawah-bawah batang sawit sambil menunggu kepastian dari pihak perusahaan.
“Makan, tidur di lahan sawit itulah. Buka tenda dan masak-masak di sana. Warga tidak mau pergi sebelum masalah ini ada titik jelasnya,” timpalnya. Dia membenarkan jika aksi mereka di hari ke dua nyaris terjadi kericuhan akibat insiden salah paham. Menurutnya saat itu warga yang berkumpul melihat pihak perusahaan tengah melakukan pengawalan terhadap buruh panen. Sedangkan masyarakat yang menduduki lokasi perkebunan di lahan sengketa melarang adanya aktivitas pemanenan.
“Itu cuma salah paham saja, setelah pihak perusahaan menjelaskan jika lahan yang mereka panen bukan di lahan 240 hektar. Namun warga yang mendiami areal perkebunan ternyata salah lokasi, yang di tempati warga kemarin bukan di lahan 240 hektar yang dipermasalahkan,” bebernya.
Selanjutnya, masa yang keliru menerima informasi yang mereka demo dan kuasai bukan lahan yang mereka permasalahan. Selanjutnya, masyarakat langsung pindah ke lokasi yang mereka sengketakan. “Sampai hari ini bertahan sekitar 50-80 orang di lahan. Kalau yang kemarin cuma salah faham saja, setelah di berikan informasi warga langsung pindah,” bebernya.
Dia mengaku tidak tahu sampai kapan aksi itu berlanjut, bahkan sampai saat ini belum ada informasi akurat mengenai permasalahan yang mereka hadapi. Sementara itu, Kepala Desa Bina Karya, Dumyati membenarkan di hari ketiga aksi yang dilakukan masyarakatnya di lahan PT Lonsum terus berlanjut.
“Sudah ada tindaklanjut dari Pemerintah Daerah, dan masalah warga sudah di respon langsung Kabag Tapem dan asisten I Pemda Muratara. Pemerintah Daerah akan memanggil pihak perusahaan dalam waktu secepatnya,” katanya singkat.
Dia mengungkapkan, keberadaan masyarakat Desa Bina Marga memang sudah lebih awal ketimbang kedatangan pihak perusahaan di wilayah Karang Dapo. Di periode1995-1996 banyak warga di wilayah mereka yang mendaftar sebagai peserta plasma, dengan total pendaptar plasma sekitar 850 paket.
Satu paket seluas 2 hektar, di tahun 2000 PT Lonsum menyerahkan plasma kepada masyarakat desa bina karya sebanyak 610 paket, “yang dituntut masyarakat saat ini, 240 paket yang belum di berikan oleh pihak perusahaan,” timpalnya. Dia menegaskan, sampai saat ini masih mengunggu informasi dari Pemda Muratara untuk memediasi masalah warga dengan pihak perusahaan.
“Waktunya belum tahu kapan, tapi masyarakat mendesak secepatnya itu dilakukan,” bebernya. Sementara itu, Kabag Tapem Muratara Firdaus mengaku akan memdalami terlebih dulu permasalahan ini, karena dia mengaku baru menjabat di bagian Tampem sehingga belum mengetahui secara detail permasalahan yang tengah terjadi.
“Intinya kita akan dalami dulu, bagaimana laporan dan informasi dari warga, apakah betul belum di berikan plasma atau sudah ada yang dapat. Itu kita dalami dulu, baru nanti kita panggil perusahaan,” tutupnya singkat.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya