oleh

Tuntutan Kasus Penganiayaan Terlalu Ringan, Korban Minta Hakim Putuskan Adil

SUMEKS.CO – Setelah melaporkan salah seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Murni SH ke bidang pengawasan Kejati Sumsel karena ringannya tuntutan kasus penganiayaan terhadap terdakwa Al Kosasi alias Aap, korban Suryadi (49) berharap agar majelis hakim yang menyidangkan kasus yang sedang dijalaninya bisa bersikap adil dan menjunjung tinggi keadilan.

“Selain melaporkan ke bidang pengawasan, kita juga rencananya akan melaporkan oknum JPU itu ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas),” terang korban Suryadi melalui Penasehat Hukumnya Kgs Amri Halim SH, Kamis (6/8/2020) kepada sumeks.co.

Amri menegaskan, klienya hanya meminta keadilan dan berkaca dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Murni SH, yang dinilai terlalu ringan.

“Klien kami sangat berharap agar Majelis Hakim bisa menjatuhkan putusan (vonis) yang seadil-adilnya sesuai dengan koridor hukum bagi terdakwa sesuai dengan ketentuan undang undang,” ungkapnya.

Kliennya juga, tambah Amri, merasa tidak medapat keadilan atas tuntutan ringan yang diberikan oleh jaksa kepada terdakwa penganiayaan.

Seperti diketahui, pada sidang tuntutan yang digelar Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (4/8/2020), JPU Kejati Sumsel, Murni SH menuntut terdakwa kasus penganiayaan atas nama Al Kosasi alias Aap (36) dengan hukuman enam bulan penjara.

JPU menilai perbuatan terdakwa terbukti sebagaimana yang diatur dalam pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan.

Seharusnya, tambah Amri, terdakwa dituntut sesuai ketentuan dalam pasal 351 ayat 1 KUHP yakni 2 tahun 8 bulan. “Tapi kenapa cuma hanya 6 bulan dan ada apa?,” tanyanya.

Terlebih saat pelimpahan tahap dua, jaksa juga tidak melakukan penahan terhadap terdakwa.

“Saat proses persidangan, yang mulia majelis hakim justru memerintahkan agar terdakwa ditahan di rutan. Dan menjadi tanda tanya lagi,” ungkapnya.

Kasus ini bermula dari persoalan bisnis minyak mentah antara Suryadi dan terdakwa Aap. Korban yang merasa dirugikan dalam hubungan kerjasama tersebut, meminta ganti rugi kepada terdakwa. Bukannya uang yang dikembalikan, korban justru dipukul dan mendapat ancaman dari terdakwa.(dho)

Komentar

Berita Lainnya