oleh

Turis Cina Dominasi Bali Spirit Festival 2019

UBUDBali Spirit Festival memang menjadi primadona bagi turis. Mereka rela terbang ke Bali untuk melatih keseimbangan sambil berlibur. Tahun ini, ada 2.500 turis meramaikan festival dengan konsep Tri Hita Karana, yaitu mengenai keselarasan hidup dengan lingkungan spiritual, sosial, dan alam.

“Tahun ini, turis dari Cina mendominasi. 15 persen dari total peserta dari sana. Ini perkembangan bagus bagi keberlangsungan acara ini,” ungkap Noviana Kusumawardhani, direktur media Bali Spirit Festival di Ubud.

Kemudian ada juga dari turis lokal, Turki, amerika latin, amerika serikat, australia, dan afrika. Jadi berbagai macam warna kulit menyatu di Bali Spirit Festival yang dilaksanakan di 15 tempat di Puri Purnati. Ada Bale Up, Bale Down, Chill Zone, Great Lawn, Sky Pavillion, Healing Pavillion, Healing Huts, Community Pavillion, Amphitheater, Main Pavillion, Coco Love Stage, Coco Love Grove, dan masih banyak lagi.

Di setiap venue, peserta dipandu instruktur kelas dunia untuk melakukan setiap gerakan. Seperti Tymi Howard, Jeffrey Armstrong, Ronan Tang, Danny Paradise, Gwyn Williams, dan masih banyak lagi. Mereka kompak bergerak sesuai gerakan yang dicontohkan. Di sini, para turis juga gak usah bintan jika bawa anak karena disediakan kawasan untuk anak bermain.

Puri Purnati ini tempatnya seperti di pedesaan. Sepanjang tempat dikelilingi persawahan dan pepohonan. Pohon kelapa juga ikut menambah kerindangan alam tempat Bali Spirit Festival. Sejuk dan nyaman karena ada suara burung bersahutan. Bahkan, ada beberapa tempat yang basah karena guyuran air juga gak menyurutkan para peserta melahap menu gerakan yoga yang dicontohkan. Ada juga kelas di dalam ruangan untuk menambah keheningan.

Bali Spirit Festival dilaksanakan pada 24 sampai 31 Maret. Selama itu, acara yang menjadi tempat berkumpulnya para yogi ini juga diisi dengan nyanyian dari musisi mancanegara, tarian tradisional dan etnik, juga kuliner. Bali Spirit Festival 2019 menyajikan inspirasi, penemuan baru dan kesempatan untuk mempengaruhi perubahan yang lebih positif. Agenda Bali Spirit Festival sangat padat. Ada lebih dari 300 Lokakarya, Seminar, dan Master Class selama 7 hari pelaksanaan. Termasuk Tari dan Movement, Penyembuhan, Pengembangan Diri, dan fasilitator olah napas.

“Kami juga melakukan amal setelah pelaksanan kegiatan. Kami biasanya menggelar seminar-seminar di sekolah-sekolah SMA/SMK terkait HIV/AIDS. Jadi tidak semua ke kantong. Sejak tahun ketujuh, kami sudah bisa merasakan untung,” ucapnya. “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Bali Spirit ini. Apalagi ada acara charity-nya juga,” ucap Ketua Calender of Event Kemenpar Esty Reko Astuti. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya