oleh

Turis Ketagihan karena Rasakan Kebaikan Bali Spirit Festival


UBUD – Masuk ke area Bali Spirit Festival di Puri Purnati Ubud, Bali, seperti kembali menyatu dengan alam. Suara burung bersahutan dan pemandangan hijau persawahan juga pohon kelapa yang menjulang menjadikan suasana asri. Dengan cuaca yang gak panas, membuat perjalanan mengitari setiap venue acara yang setiap peserta melakukan yoga ini menjadi sejuk dan nyaman.

Di Puri Purnati ini, ada 15 tempat untuk melakukan yoga. Di setiap venue, peserta dipandu instruktur kelas dunia untuk melakukan setiap gerakan. Mereka kompak bergerak sesuai gerakan yang dicontohkan. Bali Spirit Festival menggambarkan konsep Hindu Bali tentang Tri Hita Karana. Konsep ini mengenai keselarasan hidup dengan lingkungan spiritual, sosial, dan alam. Bali Spirit Festival 2019 menyajikan inspirasi, penemuan baru dan kesempatan untuk mempengaruhi perubahan yang lebih positif.

Agenda Bali Spirit Festival sangat padat. Ada lebih dari 300 Lokakarya, Seminar, dan Master Class selama 7 hari pelaksanaan. Termasuk Tari dan Movement, Penyembuhan, Pengembangan Diri, dan fasilitator olah napas.

“Saya senang ikuti acara ini. Makanya saya datang lagi untuk kedua kali. Pertama saya ikut tahun lalu. Banyak manfaat yang diambil dari kegiatan ini. Badan saya terasa segar bugar seperti bunga,” ungkap bule asal Australia, Kayleigh.

Peserta Bali Spirit Festival ini datang dari lima benua. Tahun ini, pesertanya tembus 2.500 turis. Jumlah ini mengalami kenaikan 500 peserta dari tahun lalu. Bali Spirit Festival yang sudah berjalan 12 tahun ini menjadi pilihan kegiatan bagi turis kunjungi Bali untuk pengobatan dan mengolah fokus. Ada 300 relawan sukses kan acara ini. Baik itu orang lokal maupun warga negara asing.

Made Janur, salah satu instruktur yang kuasai martial arts mengatakan. Keseimbangan dalam hidup hanya bisa diraih jika manusia bisa menjaga hubungan dengan tiga hal. Harus bisa menjaga hubungan dengan sesama manusia, menjaga hubungan dengan Yang Kuasa, dan menjaga hubungan dengan alam sekitar.

“Kami bisa mengaplikasikan ajaran agama dalam keseharian. Bukan berarti kami tidak punya masalah dengan lingkungan. Kami punya itu karena orang Bali juga manusia. Kami tidak sempurna. Tapi justru dengan menyadari tidak sempurna itu kami berusaha untuk menjadi baik,” ungkap Made.

Noviana Kusumawardhani, instrukstur tarot yang juga direktur media Bali Spirit Festival menambahkan. Semua manusia pada dasarnya baik. Yang membuat manusia tidak menjadi baik adalah nafsu. Jika tidak bisa mengontrolnya, bisa berbahaya.

“Kita harus menggunakan laku. Laku ini kegiatan yang disandarkan pada soul. Bagus juga untuk bersyukur di setiap saat agar kita menjadi pribadi yang baik,” ungkap Noviana Kusumawardhani. Instrukstur tarot yang juga direktur media Bali Spirit Festival.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya