oleh

Ubah Jadwal Mendadak dan Sering Minta Maaf Peserta

Menyiasati event di masa pandemi terasa susah. Sudah disetting pada saat zona hijau, tiba tiba berubah menjadi zona kuning, bahkan merah. Dan event yang sudah direncanakan dengan segala persiapan berubah mundur dan terkadang dimajukan jauh dari hari yang di tetapkan.

—-

Ada event yang harus mundur tiga minggu dari jadwal. Misalnya even seminar pelatihan pendidikan yang digelar untuk para guru atau pendidik di Banyuasin. Temanya Inovasi Mengajak Siswa Berpikir Cerdas, di Gedung Seba Guna Banyuasin. Instrukturnya Herdin Sumadi LTI, pengarang buku Mindmap, 7 Kiat Membuat Anak Cerdas.

“ Ya karena nunggu zona yang diperbolehkan, jadi dimundurkan. Panita harus merubah sertifikat yang sudah dicetak. Dan ini risiko,” Jelas M Zulhanan salah seorang panitia.

Ada 1000 lebih sertifikat terpaksa harus di ganti. Tinggal ngalikan saja, kerugiannya . Satu lembarnya ongkos cetaknya Rp20.000. Belum lagi boking untuk gedung yang terkadang benturan dengan event lain.

Seminar akhirinya digelar dengan prokes ketat. Mulai jaga jarak, sediakan tempat cuci tangan, disiapkan handsantizer. Karena peserta membludak sampai dibagi shift atau tiga hari. Satu hari 500 peserta dan berjarak supaya menghindari kerumunan yang berlebihan.

Mengapa digelar tatap muka berjarak dan tidak virtual saja? Kata panitia, daerah Banyuasin adalah daerah perairan. Sinyal untuk daring tidak bagus. ‘’Dan kebetulan seminarnya digabung dengan pelatihan dan tugas langsung dari instruktur,’’tambahnya. Jadi lebih efektif harus tatap muka.

Bupati Askolani Jasri SH merasa waws-was saat seminar. Tapi karena diyakinkan seminar sesuai protap kesehatan ketat, akhirnya membolehkan dengan beberapa syarat. Terutama yang pokok itu 3M. Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan. Bahkan harus 5 M, Manjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. Mereka yang tidak menggunakan masker diminta ke luar ruangan seminar.

Lain halnya seminar dan pelatihan pendidikan di OKU. Even seminar terpaksa dimajukan. Semula tanggal 28 November 2021. Menghindari kerumunan yang berlebihan dan tempat yang terbatas, akhrinya di majukan tanggal 18 November 2021. ‘’Apalagi 21-28 ada event besar Porprov 2021 di tiga kabupaten , OKU, OU Timur dan OKU Selatan.

Setelah koordinasi dengan PGRI, Diksdik, akhirnya peserta yang mayortias guru dibatasi. Membuat pengumuman dan permintaan maaf kepada peserta. ‘’Mendadak, peserta di gedung di batasi jumlahnya. Alhamdulillah sukses,’’ kata Ketua Panita Awang. Jadi kalau ketemu peserta , ya harus sering meminta maaf,’’tambahnya.

Peserta ditotal ada 650. Makanya disiasati. Dua shift pagi dan sore. Selanjutnya peserta diberikan tugas oleh instruktur untuk dikerjakan dan kemudian dikirim lain hari.

Plh Bupati OKU H Edward Chandra di dampingi Kadisdik H Tedy Meilwansyah saat membuka acara juga dengan tegas agar peserta taat prokes. “Kita jangan terlena, Karena masa pandemi dan agar menimbulkan klaster baru. Ingat memakai masker, jaga jarak dan selalu cuti tangan,” jelas H Edward Chandra yang juga Kepala Dinaa Lingkungan Hidup Sumsel ini.

Satgas Covid dari awal mulai seminar terlihat memantau di Gedung Kesenian, tempat berlangsungnya acara. Dengan microphone satgas kerap mengingatkan jika ada peserta yang kurng tertib, atau bergerombol langsung diminta untuk menjaga jarak. (Mahmud).

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Berita Lainnya