oleh

Ubah Nama dan Kegiatan Tanpa Izin Pemilik, Vihara Yayasan Bhakti Dharma Yana Digugat

SUMEKS.CO,- Belum genap seminggu diresmikan oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru , gedung Vihara Yayasan Bhakti Dharma Yana yang terletak di Jl. Veteran (Sungai Bendung) tepatnya belakang pos polisi veteran Palembang menuai Polemik.

Advokat kenamaan M.R Soki SH MH dan Rekan selaku kuasa hukum penggugat yakni pemilik asli tanah dan gedung pada Rabu (13/1) resmi mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

“Ya benar saat ini kita menunggu saja penetapan majelis hakim dan jadwal sidangnya,” ujar pria yang akrab dipanggil Soki dikonfirmasi usai layangkan gugatan.

Adapun kronologis perkara gugatan ini terjadi, menurut Soki bermula kliennya tiga orang yakni Husni Thamrin, Tjandra Husin serta Oesman Toyib selaku pemilik asli tanah sekaligus pendiri vihara mulanya bernama Yayasan Fajra Padma.

Karena seiring waktu, lanjut Soki, pihak penggugat menyerahkan pengelolaan gedung vihara kepada pihak lain dalam hal ini menjadi pihak tergugat, akan tetapi dalam perjalanannya justru pihak tergugat malah mengganti nama yayasan menjadi Yayasan Bhakti Dharma Yana tanpa persetujuan penggugat terlebih dahulu.

“Sebenaranya sudah kita lakukan secara persuasif kepada tergugat dengan melakukan somasi kepada pihak tergugat dengan mengadakan pertemuan -pertemuan selama kurun waktu 6 bulan lebih namun tidak membuahkan hasil,” ungkap Soki.

Untuk itulah, pihaknya kemudian mengambil langkah hukum dengan mengajukan gugatan dengan tujuan mengambil kembali apa yang menjadi hak penggugat yakni berupa tanah dan gedung yang saat ini dikuasi pihak tergugat dengan kegiatan-kegiatan Yayasan Bhakti Dharma Yana itu sendiri.

Diketahui dalam surat gugatan yang diajukan ke PN Palembang dengan nomor 7/Pdt. G/PN/Palembang, selain tergugat dalam hal ini Ketua Yayasan Dharma Bakti Yana, sebagaimana terlampir turut tergugat lainnya yakni Notaris, Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Kakanwil Kemenag Sumsel, serta Kepala Kantor Pertanahan Kota Palembang.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Dharma Yana saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon sedang tidak aktif, pun saat ditemui di gedung yayasan yang bersangkutan tidak berada ditempat.

“Kalau ketua yayasan jarang kesini pak, kami juga tidak tahu menahu masalah itu, kami disini hanya jaga gedung saja,” ungkap salah seorang petugas jaga yang tidak ingin disebutkan namanya ini kepada SUMEKS.CO. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya