oleh

Udara Memburuk, Dinkes Bagi-bagi Masker

PALEMBANG – Beberapa hari terakhir, kualitas udara di Kota Palembang semakin memburuk akibat kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumsel. Beberapa langkah pun sudah diambil pemerintah, antara lain, memundurkan jam masuk sekolah hingga merumahkan siswa, dan juga pembagian masker gratis.

Seperti halnya, pagi ini (11/9), Dinas Kesehatan Sumsel membagikan 6.000 masker kepada seluruh pengendara di Palembang untuk mengantisipasi tingginya pengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pembagian itu berlangsung di dua tempat, yakni kawasan Simpang Lima DPRD Sumsel serta Jl Jenderal Sudirman Palembang.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sumsel, M Rizal mengatakan, pembagian masker tersebut untuk mengedukasi kepada masyarakat agar tidak terpapar secara langsung kabut asap akibat Karhutlah yang saat ini sedang berlangsung. Sebab, polusi udara yang tak sehat dapat menimbulkan gejala penyakit ISPA kepada masyarakat. Terlebih lagi saat beraktifitas diluar rumah.

“Masyarakat harus sadar, penggunaan masker ini untuk mencegah agar tak terkena ISPA,” terang Rizal.

Rizal pun mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kualitas udara yang terus menurun akibat terpapar kabut asap.

“Kita juga sudah membuat surat edaran kepada Dinkes kabupaten/kota terdampak untuk segera mengambil langkah secepatnya agar penderita ISPA bisa dicegah,” lanjut dia.

Dari catatan Dinkes Sumsel, 5.241 warga terkena ISPA sepanjang Agustus 2019. Hampir semua yang terkena merupakan anak diusia dibawah satu tahun hingga diatas lima tahun.(ety)

Komentar

Berita Lainnya