oleh

Ulat Grayak Mengganas, Petani Jagung Menjerit

-Sumsel-141 views

MARTAPURA – Entah apa saat ini yang ada dibenak petani jagung di OKU Timur, khususnya di Kecamatan Bunga Mayang. Melihat tanaman jagungnya diserang hama ulat grayak. Daun jagung banyak yang berlobang akibat dimakan, dan kemungkinan tidak akan bisa tumbuh normal lagi.

Berbagai macam racun sudah digunakan untuk membasmi hama ulat tersebut, namun tetap saja ulat tersebut menghajar tanaman jagung petani. Padahal petani jagung di Bunga Mayang dalam perhektarenya dari menanam sampai jagung sudah tua dan siap panen membutuhkan dana 10 juta. Rata-rata di setiap desa di kecamatan tersebut jagungnya diserang hama ulat

“Bahkan deterjen dan tembakau sudah digunakan petani untuk membasmi ulat tersebut, tetapi ulatnya tidak mati juga,” kata Ketua Asosiasi Pengepul Jagung Nusantara Wilayah Sumsel Cikwan saat dikonfirmasi Selasa (14/1).

Menurutnya belum ada langkah konkret yang dilakukan dinas pertanian. “Petani itu sumber kehidupannya berkebun jagung. Ketika hama ulat tidak diatasi, petani yang dilema,” ujarnya.

Menurut Cikwan, di wilayah Kecamatan Martapura, ada puluhan ribu tanaman jagung. Padahal Bunga Mayang merupakan penghasil jagung pipilan dan lumbung. “Setahun itu, bisa ratusan ribu ton keluar dari Bunga Mayang,” tukasnya.

Namun pasca serangan hama tersebut, bisa menyebabkan petani gagal panen, dan harga jagung pipilan naik tajam.
“Permintaan jagung itu banyak ya, dari Lampung, Palembang, Bogor dan juga Padang,” tukasnya. (sal)

Komentar

Berita Lainnya